Suara.com - Warga Turkmenistan mengaku disumpah di atas Alquran untuk tidak mengakses koneksi internet menggunakan VPN dan tidak mengunjungi situs web terlarang.
Menyadur Alarabiya News Minggu (15/8/2021) penyataan tersebut diungkapkan oleh pengguna internet Turkmenistan kepada Radio Free Europe/Radio Liberty.
Mereka mengungkapkan jika pihak berwenang memerintahkan mereka untuk bersumpah di atas Alquran bahwa tidak akan menggunakan VPN setelah mengajukan sambungan Wifi ke rumah mereka.
"Saya menunggu selama satu setengah tahun setelah saya mengisi semua dokumen yang diperlukan dan menandatangani formulir aplikasi yang meminta untuk menginstal WiFi di rumah saya," ungkap warga tersebut yang tidak ingin disebutkan namanya.
"Mereka mengatakan saya harus bersumpah demi Alquran bahwa saya tidak akan menggunakan VPN, tetapi tidak ada yang dapat diakses tanpa VPN. Saya tidak tahu harus berbuat apa," sambungnya.
Menurut surat kabar The Times, baru seperempat rumah penduduk Turkmenistan yang sudah memiliki akses internet.
Presiden Turkmenistan Kurbanguly Berdymukhamedov dikenal sebagai salah satu pemimpin yang tidak memberikan toleransi perbedaan pendapat.
Pemerintah Berdymukhamedov telah melarang banyak situs web termasuk situs media sosial seperti Facebook dan Twitter.
Oleh sebab itu, banyak penduduk di Turkmenistan mengatakan bahwa mereka harus menggunakan VPN agar dapat mengaksesnya.
Baca Juga: Facebook Bodong Atas Nama Wali Kota Samarinda: Minta Uang Pulsa dan Iklan
Selain kebijakan tersebut, presiden 63 tahun itu juga menjadi salah satu presiden yang mengawasi pengalihan ekspor gas alam dari Rusia ke China.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
-
Mensos: Indonesia Resmi Miliki Data Tunggal DTSEN, Tak Ada Lagi Kementerian Punya Data Sendiri