Suara.com - Inggris mengatakan pada Kamis (26/8) telah mengevakuasi lebih dari 13.000 orang dari Afghanistan, sementara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pemerintahnya akan melanjutkan operasi evakuasi di Kabul pascaserangan di dekat bandara.
"Evakuasi warga Afghanistan dan Inggris oleh militer, di bawah Operasi PITTING, sejauh ini telah mengeluarkan 13.146 orang dari Kabul sejak misi dimulai pada Jumat 13 Agustus," kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam pernyataan Kamis malam.
Jumlah orang yang telah dievakuasi itu mencakup staf kedutaan, warga negara Inggris, mereka yang memenuhi syarat di bawah program Kebijakan Relokasi dan Bantuan Afghanistan, dan sejumlah warga negara dari negara-negara mitra, pernyataan itu menambahkan.
Sebuah serangan bom bunuh diri pada Kamis di gerbang bandara Kabul, yang dipadati orang, menewaskan puluhan warga sipil dan 12 tentara AS serta membuat kacau upaya untuk menerbangkan puluhan ribu warga Afghanistan, yang bergegas ingin pergi meninggalkan negara itu.
Serangan itu dinyatakan ISIS dilakukan oleh kelompoknya.
Setelah Johnson memimpin pertemuan soal tanggap darurat tentang situasi di Afghanistan, dia mengatakan pengangkutan udara Inggris akan terus "berlangsung sampai saat-saat terakhir".
Kementerian Luar Negeri Inggris pada Kamis malam mengeluarkan peringatan baru, yang menyebutkan ada "ancaman tinggi serangan teroris" di sekitar bandara Kabul.
Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan awal bulan ini dari pemerintah yang didukung AS, mengakibatkan ribuan orang lari menyelamatkan diri dan berpotensi merintis kembalinya kekuasaan militan dan otokratis dua dekade lalu. [Reuters/Antara]
Berita Terkait
-
Pesawat Pakistan Serang Afghanistan, Taliban Siapkan Serangan Balasan
-
Serangan Udara Picu Eskalasi Konflik Afghanistan-Pakistan: Puluhan Tewas, Rusia Merespon!
-
Afghanistan Pulihkan Akses Internet 48 Jam Setelah Penutupan Taliban
-
5 Fakta Gempa Afghanistan Magnitudo 6: Jalan Putus, Lebih 250 Orang Tewas!
-
Taliban Promosikan Pariwisata Afghanistan dengan Parodi 'Nyentrik': Berani Coba?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari
-
Cak Imin Desak Pekerja Migran Harus Punya Ijazah Minimal SMA, Ternyata Ini Alasannya?
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Ramadan! DPRD Desak Pemprov DKI Tambah Kuota dan Atasi Sengkarut Distribusi Pangan Subsidi
-
Feri Amsari: Penunjukan Adies Kadir Cacat Prosedur, Berpotensi Ganggu Independensi MK
-
Peter Gontha: Reputasi Polri Buah Simalakama Persepsi Publik