Suara.com - Yahya Waloni tengah menjadi sorotan publik setelah ditangkap aparat keamanan. Ditengah kehebohan ini, video lawas Ustaz Abdul Somad alias UAS yang memuji Yahya Waloni kembali beredar.
Video pujian UAS kepada pendakwah kontroversial itu dibagikan warganet "100 jt x ditonton". Pujian itu sendiri sudah tayang pada tahun 2018.
Dalam video, UAS mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Yahya Waloni. Menurutnya, Yahya Waloni merupakan sosok pendakwah yang bertakwa.
UAS mengaku kagum dengan perjalanan spiritual Yahya Waloni. Ia menyinggung bagaimana penceramah asal Sulawesi Utara itu terlahir sebagai non muslim.
UAS juga membeberkan pengorbanan Yahya Waloni yang rela meninggalkan harta dan jabatannya. Hal itu dilakukan Yahya Waloni demi mendalami perjalanan spiritual hingga menjadi muslim bersyahadat.
"Terlahir sebagai non muslim di Sulawesi Utara lalu kemudian mencari, mencari, mencari, meninggalkan rumah dinas," kata UAS dalam video seperti dikutip Terkini.id -- jaringan Suara.com, Jumat (27/8/2021).
"Tinggalkan titel, tinggalkan jabatan rektor. Ia akhirnya menjadi muslim bersyahadat. Itulah Ustaz Yahya Waloni," lanjutnya.
Tak sampai disitu, UAS bahkan mengatakan jika Yahya Waloni akan lebih dulu masuk surga dibanding dirinya. Pernyataan ini disampaikan saat UAS menjawab pertanyaan dari seorang jemaah.
Jemaah itu menyinggung soal apakah setiap muslim akhirnya masuk ke surga, meski transit terlebih dahulu.
Baca Juga: Kasus SARA, Polisi Sebut Perilaku Ustadz Yahya Waloni dan Muhammad Kece Sama
UAS menilai, Yahya Waloni jauh lebih bersih dan berbeda dibanding dirinya yang sudah terlahir dengan agama Islam.
"Kalau engkau berusaha dengan pikiran, engkau berjihad. Kalau engkau mencari, maka engkau lebih utama dari mereka-mereka yang dari lahir bapak ibunya sudah muslim," jelas UAS.
Menurutnya, dosa Yahya Waloni dimulai dari nol karena baru pindah agama. Berbeda dengan dirinya yang sudah lapendos, yakni lelaki penuh dosa.
"Maka Yahya Waloni bersih sebersih-bersihnya karena dimulai dari nol (dosa). Kalau UAS ini kan lapendos, lekaki penuh dosa. Yahya Waloni lebih dulu masuk surga daripada Abdul Somad," pungkasnya.
Ustaz Yahya Waloni Ditangkap Bareskrim Polri
Pendakwah kontroversial Ustaz Yahya Waloni dikabarkan ditangkap oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri. Dia disebut ditangkap di wilayah Cibubur, Jakarta Timur sore tadi.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus SARA, Polisi Sebut Perilaku Ustadz Yahya Waloni dan Muhammad Kece Sama
-
Membelah Desa, Kisah Kapolres Sukoharjo Gunakan Motor Beronjong Bantu Warga Disabilitas
-
Ustadz Yahya Waloni Dilarikan ke RS Polri Sehari Usai Ditangkap, Diduga Sakit Jantung
-
Ditangkap, Yahya Waloni Dijerat Pasal Berlapis seperti Muhammad Kece
-
Istri Sering Masak Makanan ala Anak Kos Buat Suami, Alasannya Jadi Sorotan Publik
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim
-
Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem
-
Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?
-
Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP
-
Perkuat Pengawasan Orang Asing di Bali, Imigrasi Kukuhkan Satgas Patroli Dharma Dewata
-
Jenderal Pakistan ke Teheran, Negosiasi AS dan Iran Berpotensi Berlanjut