Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui masih menemukan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pada hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) campuran tahap 1. Dari sekian banyak pelanggaran yang ada, paling banyak ditemui, yakni kerumunan.
Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah mengatakan, kerumunan terjadi karena tingginya antusiasme warga menyambut PTM kali ini.
Banyak orang tua mengantar atau menjemput anaknya sekolah berkumpul di depan gerbang hingga membuat kerumunan.
Beberapa lokasi yang didapati terjadi pelanggaran ini adalah SDN Pejaten Timur 01 Pagi, SMKN 26 Jakarta, dan SMKN 32 Jakarta. Ia pun menyebut pihak sekolah sudah berulang kali meminta agar para orang tua menjaga jarak.
"Kalau kerumunan, rewel sekali itu. Petugas keamanan, jaga jarak, cuma kalau ribuan orang ya susah juga," ujar Taga saat dikonfirmasi, Senin (30/8/2021).
Karena itu, Taga mengingatkan agar para orang tua tetap menaati protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Selama menunggu atau mengantar anak, mereka juga diminta tetap mengenakan masker.
"Tolong hindari kerumunan, yang menjemput menjaga jarak, jangan justru anaknya bisa diatur, orang tua susah diatur," jelasnya.
Selama menjalankan PTM campuran ini, Taga menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Satpol PP untuk berkeliling di lokasi-lokasi di sekitar sekolah.
Jika didapati ada anak atau orang tua yang masih berkerumun akan diminta untuk bubar.
Baca Juga: Jika Lancar, Pemprov DKI Jakarta Targetkan Belajar Tatap Muka Digelar Sampai Desember 2021
"Mana kala ada petugas Satpol PP melihat kerumunan orang tua di sekolah boleh diingatkan, karena ini juga buat kebaikan bersama agar belajar di sekolah tetap lancar, sehat, selamat, dan nyaman," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!
-
Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang
-
Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!
-
Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!
-
Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran
-
Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!
-
Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan
-
Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural
-
Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!
-
Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!