Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku bersyukur dengan perkembangan situasi kasus Covid-19 dalam seminggu terakhir yang menunjukan tren perbaikan.
Hal ini disampaikannya dalam jumpa pers perpanjangan PPKM yang disiarkan melalui Youtube Sekretariat Presiden pada Senin (31/8/2021)
"Alhamdulillah atas kerja keras seluruh pihak dan ridho Allah SWT, dalam satu minggu terakhir ini sudah terjadi tren perbaikan situasi Covid-19," ujar Jokowi.
Jokowi memaparkan, positivity rate terus menurun dalam tujuh hari terakhir. Bahkan, kata Jokowi, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) secara nasional sudah berada di angka 27 persen.
"Tingkat keterisian RS untuk kasus Covid-19 semakin membaik. Rata-rata BOR nasional sudah berada di sekitar 27 persen," ucap dia
Meski begitu, Jokowi meminta semua masyarakat tetap waspada dan berhati-hati menyikapi tren perbaikan perkembangan kasus Covid-19.
"Sekali lagi harus tetap berhati-hati dalam menyikapi tren perbaikan ini," kata dia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta semua pihak mempelajari perkembangan situasi di berbagai negara lainnya.
"Kita harus mempelajari perkembangan situasi Covid-19 di berbagai negara dan terus mengambil berbagai pelajaran penting darinya," kata Jokowi.
Baca Juga: Hari Pertama PTM di Jakarta, Masih Banyak Orang Tua Bikin Kerumunan Saat Antar-Jemput
Tak hanya itu, Mantan Wali Kota Solo ini juga menyinggung beberapa negara yang penduduknya sudah divaksinasi lebih dari 60 persen. Namun, beberapa negara tersebut masih mengalami gelombang lonjakan kasus Covid-19.
Jokowi menilai, hal tersebut karena ketidakdisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.
"Beberapa negara yang penduduknya sudah divaksinasi sebanyak lebih dari 60 persen, ternyata saat ini juga masih mengalami gelombang lonjakan kasus covid-19 lagi. Hal ini terjadi karena masyarakat nya tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan," ucap Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama disiplin menerapkan protokol kesehatan agar dapat menekan kasus Covid-19.
"Kita harus bersama-sama menjaga agar kasus Covid-19 tidak naik lagi. Kuncinya sederhana. Ayo, segera ikut vaksin. Ayo, disiplin terapkan protokol kesehatan," katanya
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan memperpanjang penerapan PPKM level 3 dan 4 dari tanggal 31 Agustus hingga 6 September 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi