Suara.com - Guru agama di negara bagian Selangor, Malaysia, terancam kehilangan pekerjaannya jika menolak untuk disuntik vaksin Covid-19.
Menyadur World Of Buzz Sabtu (4/9/2021), peringatan tersebut disampaikan oleh Sultan Selangor Sultan Sharafuddin Idris Shah.
Pemerintah negara bagian Selangor mengumumkan bahwa setiap guru agama yang menolak untuk divaksin Covid-19, terancam diberhentikan dari tugasnya.
Dalam keterangan yang diunggah di halaman Facebook Selangor Royal Office, peringatan tersebut berlaku untuk guru kelas Al-Quran dan Fardu Ain (Kafa), pengurus masjid, dan pejabat pernikahan.
Sultan mengatakan bahwa 326 guru Kafa belum menerima vaksin Covid-19, sementara 95 guru menolak untuk divaksin.
Selain itu, 59 pengurus masjid belum divaksin dan 11 lainnya menolak. Sembilan pejabat perkawinan belum divaksinasi dan enam lainnya menolaknya.
"Saya sangat kecewa kepada mereka yang memilih untuk tidak divaksin, karena akan membahayakan diri sendiri dan masyarakat," ujar Sultan Sharafuddin Idris Shah.
"Mereka harus menyadari bahwa jika seseorang terinfeksi virus Covid-19, vaksin akan membantu mereka menghindari komplikasi yang lebih parah." sambungnya.
Sultan Sharafuddin menyatakan keprihatinannya atas guru Kafa yang belum menerima vaksin Covid-19 karena dinilai dapat merugikan siswa mereka.
Baca Juga: Terapi Akupuntur Bisa Bantu Atasi Long Covid-19, Begini Cara Kerjanya
"Saya berharap Dinas Kesehatan Selangor dapat mempercepat vaksinasi untuk guru Kafa, pengurus masjid dan pengurus nikah di Selangor," tambahnya.
Sultan juga menyebutkan ada 268 guru sekolah dasar dan 182 guru sekolah menengah di Selangor yang menolak vaksin Covid-19.
"Ini juga akan membahayakan siswa sekolah dasar dan sekolah menengah di Selangor dan masalah ini harus ditangani oleh mereka yang bertanggung jawab." ujarnya.
Sultan juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak ragu untuk divaksin dan mengatakan bahwa isu vaksinasi telah berulang kali diangkat dalam khotbah Jumat.
Bukan hanya di Selangor, penolakan terhadap vaksin Covid-19 oleh tenaga pendidik juga terjadi di negara bagian Johor.
Tunku Mahkota Johor Tunku Ismail Sultan Ibrahim mengungkapkan bahwa 396 guru di Johor menolak vaksin Covid-19 masih ragu asal-usulnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi