Suara.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) disebut melakukan pembiaran terkait dugaan kekerasan seksual kepada pegawai pria berinisial MS, yang telah berjalan selama 10 tahun.
Hal tersebut disampaikan Advokat yang juga aktivis perempuan Dian Kartikasari. Dian juga tergabung dalam Masyarakat Peduli Korban Kekerasan Seksual.
"Hari ini kita melihat ada pembiaran terhadap kekerasan yang bertumpuk-tumpuk kekerasan fisik, kekerasan mental kekerasan verbal dan juga kekerasan seksual yang dilakukan oleh delapan staf Komisi Penyiaran Indonesia dan itu berjalan terus-menerus selama 10 tahun," ujar Dian saat jumpa pers secara virtual, Sabtu (4/9/2021).
Dian menuturkan kepercayaan kepada KPI hilang. Seharusnya kata dia, KPI memiliki amanah untuk menjaga media penyiaran agar tidak melanggar tata susila dan tidak melanggar kemanusiaan, mencerdaskan bangsa dan lain sebagainya.
"Jadi kita kemudian mempertanyakan bagaimana kita bisa percaya kalau selama 10 tahun ini saja mereka membiarkan, lalu sekarang mereka baru sibuk untuk mengatasi persoalan ini," ucap dia.
Tak hanya itu, Dian menilai adanya dugaan kasus kekerasan seksual kepada MS, menunjukkan bahwa kelembagaan negara terutama KPI dan mungkin di banyak kelembagaan negara lain, sangat Patriarki.
"Jadi mereka sangat menunjukkan bias gender di mana orang tidak sesuai dengan konsep gendernya kalau laki-laki tidak kelihatan macho, gagah, perkasa mungkin bisa dirundung oleh mereka, mungkin juga bisa dialami oleh perempuan jika tidak sesuai dengan gender yang ada dalam konstruksi di dalam lingkungan itu," ucap Dia.
Lebih lanjut, Dian mempertanyakan siapa delapan orang pelaku kekerasan seksual yang mendapatkan impunitas yang telah berjalan selama 10 tahun.
"Apakah dia 8 berandal apakah di punya hubungan dengan anggota dewan ataukah mereka adalah familinya komisioner atau pejabat-pejabat lain itu. Sebenarnya penting sekali untuk diungkap, sehingga kita melihat bahwa sesungguhnya relasi kuasa itu terang benderang dan terjadi di lingkungan lembaga negara," kata Dian
Baca Juga: Korban Dugaan Pelecehan Seksual di KPI Tunjuk Mehbob Jadi Kuasa Hukum Gantikan Okto Halawa
Karena itu pihaknya mendesak KPI memberikan sanksi pemecatan kepada delapan pelaku dugaan kekerasan seksual tersebut.
"Itu sebabnya sekurang-kurangnya dikeluarkan dari tempat pekerjaan itu adalah hal yang layak untuk diterima oleh mereka (8 pelaku) itu," tutur Dian
Sementara aktivis dari Perkumpulan Suara Kita, Hartoyo, menilai kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami MS merupakan tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan.
"Menurut saya itu merendahkan martabat kemanusiaan. Secara personal saya nggak pernah terbayang itu ya di zaman abad 21 di sebuah lembaga negara, ada orang melakukan praktek-praktek kejahatan purba," kata Hartoyo.
Sehingga kata Hartoyo, KPI harus menyelesaikan kasus dugaan kekerasan seksual tersebut secara serius, bukan hanya diselesaikan, normatif penyelesaiannya, namun harus mendalam.
"Kalau memang mau serius ya KPI harus punya cara yang spektakuler gitu ya atau cara lain gitu ya untuk membongkar kejahatan kemanusiaan ini yang terjadi di internal KPI," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban
-
Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung
-
PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik