Suara.com - Pada kesempatan ini kami akan mengulas tentang salah satu sandi yang digunakan manusia untuk berkomunikasi, yakni sandi Morse. Umumnya sandi jenis ini digunakan sebagai kode dalam kegiatan pramuka.
Apa itu sandi morse? Bagaimana sejarah sandi morse? Dan apa saja contoh sandi morse? Simak artikel ini sampai habis.
Sejarah Sandi Morse
Menurut salah satu buku yang berjudul Buku Panduan Pramuka Penggalang yang ditulis oleh Agus S. Dani dan Budi Anwari, sandi morse ditemukan oleh seseorang bernama Samuel Morse pada tahun 1837 dengan tujuan untuk dapat membuat manusia tetap dapat melakukan komunikasi.
Kemudian barulah 14 tahun setelahnya atau tepatnya pada tahun 1851 Sandi Morse baru pertama kali diperkenalkan pada khalayak umum yakni dalam salah satu konferensi internasional. Faktanya terjadi perubahan pada Sandi Morse yang mulanya menggunakan kode alfabet khusus sebelum pada akhirnya berubah menjadi seperti yang saat ini kita kenal yakni menggunakan jeda, setrip dan titik.
Menyadur dari Buku Panduan Pramuka Siaga (2015) untuk dapat menghafalkan sandi morse anda dapat menggunakan peluit sebagai salah satu metodenya, namun selain itu juga dapat dilakukan menggunakan tulisan (menggunakan titik (.) dan setrip (-)), sinar (senter) dan juga bendera.
Sedangkan dalam pramuka sandi morse yang digunakan menggunakan metode peluit sebagai medianya, bagian titik (.) peluit akan dibunyikan secara pendek dengan beberapa ketukan dan setrip (,) peluit akan dibunyikan lebih panjang beberapa ketukan.
Contoh Sandi Morse
Baca Juga: Unik! Jawab Pertanyaan, Baru Bisa Dapat Kata Sandi Wifi di Restoran Ini
Untuk mempermudah anda dalam memahami sandi morse berikut kami berikan beberapa contoh sandi morse yang perlu anda ketahui:
A : .- N : -.
B : -… O : —
C : -.-. P : .–..
D: -… Q : –.-
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?
-
Pramono: WFH dan PJJ di Jakarta Hanya Saat Hujan Deras, Cerah Tetap Masuk Normal
-
Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua
-
"Saya Mohon Maaf," Ucapan Gibran di Tengah Duka Longsor Maut Bandung Barat
-
2 Polisi Gugur Terhimpit Truk Saat Bertugas Menuju Longsor Cisarua, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat
-
Menko PMK Pratikno Soal Longsor Bandung Barat: SAR 24 Jam Cari 83 Korban Hilang
-
Banjir Jakarta: Pramono Sebut Sebagian Sudah Surut, BPBD Ungkap 14 RT Masih Terendam 80 Cm
-
Menteri Trenggono Ikut Presiden ke London dan Davos Sebelum Pingsan, Tapi Besok Sudah Ngantor
-
KPK Bongkar Skema Pemerasan Caperdes Pati, Bupati Sudewo Ditaksir Bisa Kantongi Rp50 Miliar