Suara.com - Jurnalis perempuan, Febriana Firdaus tertegun ketika mengunjungi pasar di Papua. Ia melihat banyak mama-mama Papua yang berjualan tanpa memiliki lapak layak ketimbang para pendatang.
Febriana mengatakan kalau kebanyakan yang sudah memiliki lapak itu merupakan pendatang asal Jawa, sama seperti dirinya. Sementara mama-mama yang merupakan anak asli Papua malah harus berdagang di bawah.
"Nah, ini ketimpangan ekonomi, ini rasisme di bidang ekonomi juga gitu loh. Karena harusnya pemerintah memberikan perhatian terhadap mama-mama itu," kata Febriana dalam diskusi bertajuk “Harta Tahta Perempuan Papua” secara virtual, Jumat (17/9/2021).
Selain itu, Febriana juga mengungkapkan kalau mayoritas mama-mama Papua itu mengalami buta aksara. Hal tersebut diketahuinya usai melakukan liputan investigasi dengan menyamar menjadi guru.
Febriana melihat betapa tingginya semangat mama-mama Papua untuk belajar membaca. Jelas menurutnya banyak kerugian yang didapat apabila mama-mama tersebut tidak bisa membaca.
Menurutnya, mama-mama Papua bakal kesulitan membaca dokumen dari perusahaan-perusahaan atau misalkan membaca laporan yang berhubungan dengan polisi.
"Kalau enggak mereka bisa baca dokumen kalau mereka itu dituduh macam-macam ditangkap polisi, anaknya atau siapapun," ujarnya.
Miris dirasakan Febriana saat melihat mama-mama Papua begitu semangat untuk belajar membaca, tetapi tidak mendapatkan perhatian yang penuh dari pemerintah.
"Mereka itu enggak bisa baca dan saya tuh seminggu ngajarin mereka baca di situ. Sudah lumayan dan saya ngelihat semangat mereka sebenarnya itu luar biasa. Tapi enggak ada akses untuk itu karena tidak diperhatikan juga gitu."
Baca Juga: Termajinalkan di Tanah Sendiri, Nasib Mama-mama Papua yang Hidupnya Cuma Jaga Kebun
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Target Harga Saham BBRI Tembus 3.400, Apa Faktor Pendukungnya?
-
626 PMI Pulang Tinggal Nama, Mengapa Jalur Ilegal Masih Tinggi Peminat?
-
MLBB x Street Fighter 6 Ubah Land of Dawn Jadi Arena Fighting Ultra-Responsif!
-
Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Digelar di Riau, Berlaku Selama Agustus
-
Awalnya Skeptis, Pengalaman Naik MRT dan LRT Ternyata Jauh Lebih Nyaman dari Dugaan
-
Rupiah Tembus Rp17.800, Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di RDG Juli 2026
-
Cinta Menjadi Bara: Sakit Hati, Pria di Kediri Tega Hanguskan Rumah Mantan Istri
-
Vivo X300e Meluncur, Usung Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Kamera Zeiss
-
Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan
-
Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro