Suara.com - Kepala Badan Keamanan Laut Laksamana Madya (Laksdya) Aan Kurnia menjamin bahwa situasi di Laut Natuna Utara aman dari ancaman kapal-kapal asing yang melintas. Ia menjamin segala aktivitas yang dilakukan nelayan maupun kegiatan lainnya di peraitan Natuna.
"Yang terpenting saat ini Bakamla jamin saudara-saudara kami khususnya nelayan aman. Kemudian ESDM yang melaksanakan ekplorasi aman. Kalau ada yang melanggar akan kami tindak," kata Aan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (20/9/2021).
Pernyataan Aan itu sekaligus meluruskan pernyataan sebelumnya dari Bakamla melalui Sekretaris Utama Laksda S. Irawan menyoal ribuan kapal asing yang berada si perairan Natuna dekat Laut China Selatan.
Aan mengatakan kondisi kekinian di Laut Natuna Utara sebagaimana yang dinyatakan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah. Dari hasil patroli laut dan udara yang dilakukan, Arsyad telah memastikan tidak menemukan kapal-kapal asing baik unsur kapal perang, coast guard, maupun kapal nelayan milik asing.
"Saya ingin meluruskan pernyataan dari Sestama Bakamla pada saat RDP. Jadi apa yang dikatakan Angkatan Laut itu sudah benar. Cuma yang disampaikan oleh sestama saya tentang banyaknya kapal itu akumulasi dari situasi di Laut Natuna Utara atau Laut China Selatan," katanya.
"Laut China Selatan kan ini kan luas sekali, itu berbatasan dengan hampir 5 negara bahkan lebih, nah itu kalau dilihat semua memang banyak."
Berita Terkait
-
Maling Puluhan Miliar di Proyek Pengadaan Bakamla Jadi Warga Baru Lapas Sukamiskin
-
Kapal Ikan Vietnam Diduga Curi Ikan 2 Ton di Natuna, Langsung Diringkus TNI AL
-
Kasus Korupsi Bakamla, Leni dan Juli Dituntut Empat Tahun Penjara
-
WNI ABK Kapal Cina Meninggal Dunia, KPLP Tanjunguban Lakukan Evakuasi Cepat
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu