Suara.com - Tinggal enam hari lagi, 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) akan didepak pada 30 September 2021.
Para pegawai yang kekinian berstatus nonaktif masih tetap berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat menyelamatkan nasib mereka.
Pada Jumat (24/9/2021) ini, di depan Kantor Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, mereka kembali menggelar aksi, dengan sebutan, 'Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi.'
Mereka menyampaikan aspirasinya, meminta Presiden Jokowi untuk segera membatalkan keputusan pimpinan KPK yang diketuai Firli Bahuri akan medepak pegawai yang tidak lolos TWK. Desakan itu disampaikan dalam bentuk orasi
"TWK tidak dapat dijadikan dasar untuk memberhentika sejumlah pegawai KPK yang berintegritas," kata Kurnia Ramadhan, kuasa hukum pegawai KPK nonaktif.
"Presiden harus segera mengambil sikap sebagai kepala pemerintahan tertinggi dan kepegawaian," sambungnya.
Selain itu, aspirasi mereka juga disampaikan dalam bentuk poster dengan berbagai kalimat yang diduga ditujukan kepada Jokowi, salah satunya berbunyi, 'Jadi Saksi Nikah Influencer Sigap, Ditanya Masalah KPK Gagap.'
Untuk diketahui pada 3 April 2021, Presiden Jokowi menjadi saksi pernikahan influecer Atta Halilintar dengan Aurel Hermansyah, putri dari musisi Anang Hermansyah.
Kemudian ada juga poster lainnya yang bertuliskan berbagai kalimat di antaranya, 'Dear Pak Jokowi Komnas HAM dan Ombudsman Sudah Berikan Rekomendasi TWK Bermasalah, dan 'KPK Dilemahkan, Pegawai Berintegritas Disingkirkan.'
Baca Juga: Tampil Memukau! Intip Adu Gaya Ria Ricis dan Aurel Hermansyah Kenakan Gaun saat Lamaran
Dipecat 30 September 2021
KPK resmi mengumumkan memberhentikan 57 pegawai KPK tak lulus dalam TWK dengan hormat pada 30 September 2021. Adapun sebanyak enam pegawai KPK yang sempat diberi kesempatan untuk ikut pelatihan bela negara akan pula diberhentikan bersama 51 pegawai KPK yang dinyatakan telah memiliki rapor merah karena tidak lulus TWK.
"Terhadap 6 orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dan diberi kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan, namun tidak mengikutinya, maka tidak bisa diangkat menjadi aparatur sipil negara dan akan diberhentikan dengan hormat per tanggal 30 september 2021," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/9/2021).
"Memberhentikan dengan hormat kepada 51 orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat per tanggal 30 September 2021," tambahnya.
Pengumuman pemberhentian 57 pegawai KPK ini dipercepat oleh KPK. Sepatutnya para pegawai KPK yang tidak lulus TWK akan selesai masa baktinya sebagai pegawai KPK pada 1 November 2021.
Seperti diketahui, awalnya ada sekitar 75 pegawai KPK yang tidak lulus menjadi dalam TWK yang digelar oleh Kementerian Badan Kepegawaian Negara (BPK) RI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Pura-pura Jadi Kurir Ekspedisi, Dua Pengedar Narkoba di Tangerang Tak Berkutik Diciduk Polisi
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Minta Bos Maktour Tetap di Indonesia
-
Diperiksa KPK, Bos Maktour Tegaskan Pembagian Kuota Haji Wewenang Kemenag
-
KPK Endus Peran Kesthuri Jadi Pengepul Uang Travel Haji untuk Pejabat Kemenag
-
Hikmahanto Soroti Risiko Gabung Dewan Perdamaian: Iuran Rp16,9 T hingga Dominasi Trump
-
Pemulihan Listrik Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai 99 Persen
-
Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?
-
Viral! Trotoar di Koja Dibongkar Paksa, Ternyata Ini yang Diburu Pencuri di Bawah Tanah
-
Kajari Magetan Dicopot, Diperiksa Intensif Kejagung Gegara Dugaan Pelanggaran Integritas!