Suara.com - Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO), Muhammad Yusuf Kardawi (19), diduga tewas tertembak saat mengikuti aksi Reformasi Dikorupsi di sekitar Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, pada 26 September 2019. Dua tahun sudah berlalu, namun dalang pembunuhnya belum juga terungkap.
Kuasa hukum keluarga Yusuf, Apri Awo menyebut aparat kepolisian dari Polda Sulawesi Tenggara selalu berdalih bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan.
"Pihak penegak hukum khususnya Polda Sultra sebagai mana janjinya (menuntaskan kasus), setiap kami konfirmasi (bilangnya) masih dilakukan upaya penyelidikan. Siapa dalang dari meninggalnya almarhum Yusuf yang sampai saat ini masih menjadi misteri," kata Apri saat jumpa pers 'Peringatan 2 Tahun Aksi #ReformasiDikorupsi' dikutip dari YouTube KontraS, Minggu (26/9/2021).
Apri mengemukakan, salah satu kendala yang dikatakan oleh penyidik dalam mengungkap kasus ini lantaran pihak keluarga Yusuf menolak jenazah anaknya diautopsi. Namun, Apri sendiri meyakini kliennya itu tewas akibat ditembak.
Hal itu disampaikan Apri merujuk pada hasil rekonstruksi pada 28 September 2019. Ketika itu, salah satu saksi menceritakan bahwa tembakan lebih dulu menyasar Yusuf sebelum menyasar mahasiswa Halu Oleo lainnya atas nama Immawan Randi yang juga tewas tertembak.
"Saksi di sana bercerita bahwa penembakan pertama itu sebenarnya bukan ke Randi melainkan ke almarhum Yusuf baru ke Randi," tuturnya.
Apri, yang juga merupakan kuasa hukum keluarga Randi turut menyayangkan vonis proses penegakan hukum terhadap Brigadir Abdul Malik alias AM. Dia merupakan pelaku penembak Randi yang hanya divonis 4 tahun penjara.
Apri meyakini serangkaian peristiwa penembakan terhadap mahasiswa Halu Oleo ini tidak serta merta dilakukan oleh Brigadir Abdul Malik. Padahal kata dia, merujuk pada proses etik yang dilakukan oleh Bidang Propam Polda Sulawesi Tenggara terdapat tiga perwira polisi lainnya yang disebut turut melesatkan tembakan.
"Hasil etik terungkap sebenarnya yang melepaskan tembakan itu bukan satu orang saja, tetapi ada tiga perwira yang terbukti membawa senjata kemudian melepaskan tembakan pada saat kejadian di depan Kantor Dinas Ketenagakerjaan," bebernya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Jakarta Turun, Anies Sebut Dikerjakan Avengers
"Kita anggap semua bahwa itu di luar dari proses hukum yang transparan kemudian seolah-olah pihak institusi dalam hal ini Polri itu ada upaya untuk menyembunyikan sebenarnya siapa yang pelaku sebenarnya, karena terbukti secara persidangan itu ada tiga orang yang melakukan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Jakarta Ramadan Festival 2026, Bundaran HI Tampil Bercahaya Selama Bulan Suci
-
KPK Ungkap Modus Mobil Operasional Berpindah-Pindah di Kasus OTT Bea Cukai
-
Nasib 185 Lapangan Padel Tak Berizin di Jakarta: DPRD Minta Penertiban Bertahap dan Berkeadilan
-
Ramadan dan Lebaran Ubah Pola Perjalanan, Mobilitas Makin Terkonsentrasi Jelang Hari H
-
Kejagung Ajukan Banding Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
-
Diduga Ilegal, Satgas PKH Segel Tambang Nikel Milik Bos Malut United
-
H-10 Lebaran, Menteri PU Targetkan Pantura Barat Bebas Lubang
-
ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Informasi Pengadaan Pikap untuk Koperasi Merah Putih
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden