Suara.com - Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) akan jatuh pada esok, 27 September 2021. Tahukah kalian bagaimana sejarah Hari Bhakti Postel yang diperingati setiap tanggal 27 September?
Tak banyak yang mengetahui bahwa sejarah Hari Bhakti Postel 27 September ini sebenarnya dilatarbelakangi peristiwa perebutan kantor Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon, pada era pemerintah Jepang. Peristiwa itu terjadi sesaat setelah deklarasi kemerdekaan Indonesia.
Sejarah Hari Bhakti Postel 27 September
Kejadian berawal ketika ada keresahan dari putra-putri Angkata Muda Pos Telegrap dan Telepon, atau dikenal dengan AMPTT, yang merasa bahwa kantor Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon yang masih dikuasai Jepang harus segera diambil alih.
AMPTT mengadakan pertemuan pada tanggal 3 September 1945 untuk menyusun strategi perebutan kantor PTT Jepang. Hasilnya adalah bahwa kantor PTT Jepang harus sudah berbendera Indonesia selambat-lambatnya akhir September 1945.
Awalnya pimpinan PTT Jepang mengisyaratkan bahwa penyerahan PTT harus dilakukan oleh Sekutu. Namun AMPTT tidak menyerah, dan mengajukan perundingan. Tanggal 23 September 1945, perundingan pertama dilakukan namun menemui jalan buntu.
Perundingan kembali terjadi sehari setelahnya, namun tak juga menemui hasil sepakat. Akhirnya pada tanggal 26 September 1945, Soetoko, selaku penggerak AMPTT, melakukan koordinasi dengan pemuda dan pemudi dari berbagai golongan untuk menyerang kantor PTT Jepang. Mas Soeharto, yang berposisi sebagai yang dituakan menyetujui hal ini.
Penyerbuan dilakukan pada tanggal 27 September 1945, dan petugas PTT Jepang menyerah tanpa perlawanan. Mereka kemudian menyerahkan kantor PTT tersebut pada AMPTT, yang kemudian dilanjutkan dengan pemutaran lagu Indonesia Raya.
Peristiwa penyerbuan ini yang kemudian jadi dasar peringatan dan sejarah Hari Bhakti Postel 27 September. Jadi, hari besar untuk telekomunikasi dan pos secara nasional benar-benar memiliki nilai sejarah dan perjuangan yang besar pada masa tersebut.
Baca Juga: Kantor Pos Inggris Resmi Kerjasama Bareng Bitcoin, Transaksi Kripto Makin Mudah
Peringatan Hari Bhakti Postel kemudian ditetapkan pada tanggal tersebut, dan hingga sekarang diperingati setiap tahunnya.
Itulah sedikit sejarah Hari Bhakti Postel yang diperingati setiap tanggal 27 September di atas. Semoga bisa jadi pembuka wawasan yang berguna agar kaum muda juga memahami sejarah bangsanya.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Netanyahu Sudah Tewas? Video Terbaru Memperkuat Penggunaan AI: Ada Keanehan di Isi Kopi
-
Fakta Unik Pulau Kharg Iran, Target Utama Pengeboman Terdahsyat Militer Amerika Serikat
-
Program Pemagangan Nasional Kemnaker Perkuat Keterampilan dan Pengalaman Kerja Peserta
-
Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!