Suara.com - Putri Mako akan segera menikah dengan pria bernama Kei Komuro yang dikenalnya saat berada di bangku kuliah.
Menyadur Euro News Senin (27/9/2021), putri yang akan menyerahkan status bangsawan ini harus membayar mahal agar bisa turun kasta.
Ia dilaporkan harus membayar Rp 19 miliar karena menikahi pria dari kalangan rakyat biasa.
Tak hanya itu, pernikahannya juga diwarnai dengan kontroversi karena ada perselisihan keuangan antara ibu Komuro dengan mantan tunangannya.
Media asal Jepang, NHK mengatakan tanggal pernikahan akan diumumkan pada bulan Oktober.
Seorang penyiar Jepang melacak Komuro di New York dan pria itu tampak memakai kuncir kuda sehingga membuat pengguna Twitter Jepang heboh.
Media mengatakan pasangan itu berencana tinggal di Amerika Serikat setelah resmi menjadi suami istri.
Di bawah hukum suksesi kerajaan khusus laki-laki Jepang, anggota perempuan dari keluarga kekaisaran akan kehilangan status mereka jika menikahi rakyat biasa.
Putri Mako, cucu tertua Kaisar Jepang Akihito bertunangan dengan Kei Komuro. Rencananya, pertunangan ini dilakukan setahun sebelum pasangan tersebut menikah.
Baca Juga: Ilmuwan Ungkap Kemunculan Varian Virus Corona R.1 Terdeteksi Pertama Kali di Jepang
Dalam sebuah konferensi pers, Putri Mako berkata, "Hari ini, saya telah mendapat izin dari Kaisar. Saya sangat senang karena kami bertunangan."
Komuro berkata, "Bersama-sama kita ingin membuat rumah di mana kami bisa selalu menjadi diri kita sendiri dan hidup dalam damai."
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten