Suara.com - Beberapa negara melihat hasil Pemilu Jerman 2021 sebagai "kesinambungan" setelah hampir 16 tahun Kanselir Angela Merkel menjabat. Yang lain melihatnya sebagai peluang untuk kerja sama yang lebih besar dengan Jerman.
Para pemimpin dunia memberikan pandangan mereka tentang hasil Pemilu Jerman, yang sejauh ini hasil perolehan suaranya dimenangkan oleh Partai Sosial Demokrat (SPD).
Beberapa negara yakin pemerintahan baru Jerman akan menjadi kelanjutan dari 16 tahun pemerintahan Kanselir Jerman Angela Merkel.
Sementara yang lainnya melihat kemungkinan pemerintahan koalisi baru di bawah kandidat kanselir Partai SPD Olaf Scholz, sebagai peluang untuk kerja sama yang lebih besar.
Berikut adalah reaksi para pemimpin dunia terhadap hasil Pemilu Jerman 2021.
Amerika Serikat
"Saya cukup terkejut .. mereka solid," ujar Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden ketika ditanya oleh wartawan tentang hasil Pemilu Jerman yang diungguli oleh Partai SPD.
Biden menyatakan keinginan untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan Jerman, setelah hubungan sebelumnya renggang di bawah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.
Cina
Baca Juga: Profil Armin Laschet, Calon Kanselir Pemilu Jerman
"Kami berharap pemerintah baru Jerman melanjutkan kebijakan Cina yang pragmatis dan seimbang," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying, pada Senin (27/09).
Selama masa jabatan Merkel, hubungan ekonomi Jerman-Cina telah tumbuh lebih erat, dengan perusahaan-perusahaan besar Jerman seperti Siemens dan Volkswagen mengembangkan pijakan yang kuat di negara itu.
Namun, pada saat yang sama, kandidat Kanselir Partai Hijau Annalena Baerbock menyerukan agar Jerman lebih keras terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Cina, seperti perlakuan terhadap Muslim Uighur.
Eropa Barat
Menteri Urusan Eropa Clement Beaune dari Prancis mengatakan hasil pemilu menandakan "stabilitas dan kontinuitas."
"Ini adalah negara, tetangga dekat kita, yang sangat mementingkan moderasi, stabilitas, dan kontinuitas," kata Beaune kepada media France 2.
Jerman dan Prancis adalah dua pemain politik paling berpengaruh di Uni Eropa (UE). Kedua negara memainkan peran utama dalam membentuk prioritas politik dan keamanan blok beranggotakan 27 negara tersebut.
Kedua negara juga merupakan mitra dagang yang erat. Parlemen Eropa Presiden Parlemen Eropa David Sassoli memuji hasil pemilu.
"Selamat Olaf Scholz dan SPD atas kemenanganmu!" cuit Sassoli di Twitternya.
"Setelah krisis bersejarah ini, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia: Eropa membutuhkan mitra yang kuat dan dapat diandalkan di Berlin untuk melanjutkan pekerjaan bersama demi pemulihan sosial dan lingkungan."
Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri pertahanan di bawah Merkel, belum memberikan komentar terkait hasil Pemilu Jerman.
Perdana Menteri sayap kiri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan unggulnya Partai SPD bisa menjadi peluang untuk hubungan yang lebih erat antara kedua negara.
"Spanyol dan Jerman sudah sangat bersatu dalam Eropaisme dan sekarang kami memiliki kesempatan untuk bersatu dalam ‘warna‘ dan orientasi pemerintah kami," kata Sanchez, pada Senin (27/09) saat mengunjungi kota utara Santander.
Rusia
Juru bicara Kremlin Dmitri Peskov mengatakan pada Senin (27/09) bahwa pemerintah Rusia berharap "kelanjutan" hubungan.
"Tentu saja, kami mengandalkan kesinambungan dalam hubungan bilateral kami," kata Peskov.
Dia mengatakan meskipun kedua negara memiliki perbedaan pendapat tentang beberapa masalah, "kami dipersatukan oleh pemahaman bahwa masalah dapat dan harus diselesaikan melalui dialog."
Jerman sebelumnya mengutuk pencaplokan Rusia atas Semenanjung Krimea Ukraina tahun 2014, serta menyerukan pembebasan kritikus Presiden Vladimir Putin yang dipenjara, Alexei Navalny.
Pada saat yang sama, Merkel memberikan lampu hijau terhadap proyek pipa Nord Stream 2 yang kontroversial yang membentang dari Rusia dan Jerman.
Polandia
Duta Besar Polandia untuk Jerman Andrzej Pryzlebski mengatakan tidak ada perbedaan besar antara pemerintah Jerman yang dipimpin oleh CDU atau SPD.
"Mengenai SPD, ada ketakutan bahwa akan ada terlalu banyak empati yang ditunjukkan terhadap Rusia, tetapi itu lebih terkait dengan kepemimpinan partai daripada Scholz," kata Pryzlebski.
Pada saat yang sama, ia mencatat bahwa Partai Hijau lebih berhati-hati terhadap Rusia, yang sejalan dengan kepentingan kebijakan luar negeri Polandia.
Meskipun Jerman dan Polandia memiliki hubungan ekonomi yang erat, kedua negara telah berselisih mengenai hak-hak LGBTQ, reparasi Perang Dunia II dan supremasi hukum, di antara isu-isu lainnya. (pkp/gtp)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
BGN Perkuat Standar Higiene Program Makanan Bergizi Gratis, 500 Peserta Ikuti Pelatihan Setiap Hari
-
Kebakaran Pasar Darurat di Blora Hanguskan Sembilan Kios dan Satu Rumah, Kerugian Capai Rp2,2 Miliar
-
Banjir Jakarta Meluas Rendam 147 RT dan 19 Jalan, Puluhan Warga Pejaten Barat Mulai Mengungsi
-
Feri Amsari dan Tiyo Ardianto Ingatkan Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja
-
AS Diduga Serang SD Putri di Iran Tewaskan 168 Orang, Donald Trump Justru Salahkan Teheran
-
Jakarta Siaga Banjir Kiriman, 1.200 Pompa Disiapkan Hadapi Air dari Bogor-Tangerang
-
Transjakarta Lakukan Penyesuaian Operasional 17 Rute Terdampak Banjir
-
Tiga WNI Hilang, Satu Alami Luka Bakar di Selat Hormuz
-
Langit Yerusalem Membara Dihujani Rudal Klaster Iran, Ledakan Keras Guncang Israel
-
Ongkos Mental Debat K-pop: Keretakan Fans Korea dan Asia Tenggara