Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan reaksi seorang wanita saat menemukan 'harta karun' di dalam es teh yang ia pesan saat makan di restoran viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh akun Tiktok @auliyaaaffh, Senin (29/9/2021) wanita tersebut menceritakan pengalaman kurang menyenangkan yang ia alami saat makan di restoran.
Wanita tersebut mula-mula memperlihatkan menu makanan dan minuman yang ia pesan, yaitu nasi goreng serta es teh.
Temukan harta karun
Dalam video yang diunggah, wanita tersebut mengaku menemukan harta karun saat sedang mengaduk es teh. Harta karun tersebut menempel pada sendok yang digunakan untuk mengaduk gula di dalam es teh.
"Beli es teh dapat harta karun dong, auto kenyang sampai tujuh turunan," tulis wanita tersebut dalam video yang ia unggah, dikutip suara.com, Rabu (29/9/2021).
Harta karun yang dimaksud oleh wanita tersebut ialah perumpamaan untuk sisa kototan yang menempel di sendok pengaduk es teh.
Tak sadar sejak awal
Dalam videonya, wanita tersebut mengaku tak menyadari adanya kotoran yang menggumpal dan menempel di sendoknya.
Baca Juga: Diduga Selingkuh, Seorang Pemuda Disiram Pacar di Depan Selingkuhan, Warganet: Malunya Itu
Saat selesai makan dan hendak minum, wanita tersebut mengaduk-aduk es tehnya dan menyadari adanya 'harta kerun' tersebut.
"Aku tahunya pas makan ku udah selesai, jadi itu dari awal minuman datang aku belum nyentuh sama sekali apalagi minum, nah pas udah selesai makan kan mau minum, aku aduk dulu itu, karena es batunya udah mencair sama gulanya masih di bawah gitu, pas diangkat sendoknya, omg kaget banget," tulisnya lagi.
"Auto pengen lepehin semua isi perut, misal aku tahunya dari awal ya nggak aku makan lah, pindah tempat juga," sahut warganet lain," pungkasnya.
Tanggapan warganet
Melihat video tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka merasa jijik dengan kotoran atau sisa makanan yang menempel pada sendok es teh tersebut.
"Kalau aku udah ku buang, nggak napsu makan," tulis salah seorang warganet.
Berita Terkait
-
Sudah Berumur, Porter Tua Ini Harus Angkat Banyak Barang Demi Rp 50 Ribu
-
Drakor Squid Game Lagi Digandrungi, Ini Pesan Psikologis yang Bisa Dipetik
-
Viral Momen Menegangkan Tim SAR Gagal Evakuasi Mbah Maridjan di Gunung Merapi
-
Viral Kuburan Pakai Kode QR di Batu Nisan, Benarkah?
-
Diduga Selingkuh, Seorang Pemuda Disiram Pacar di Depan Selingkuhan, Warganet: Malunya Itu
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Guru Besar USNI Soroti Peran Strategis Generasi Z di Tengah Bonus Demografi Indonesia
-
Isu Keamanan Produk, DRW Skincare Buka Pendampingan Medis Gratis bagi Pasien Terdampak
-
Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi Tak Goyahkan Pedagang Bakso
-
Bela Istri dari Jambret, Suami di Sleman Jadi Tersangka: Pakar Ungkap Titik Kritis Pembuktiannya
-
Istana Tak Masalah Perusahaan yang Izinnya Dicabut Masih Beroperasi di Sumatra, Ini Alasannya
-
Pengakuan Dito Ariotedjo Usai Diperiksa KPK: Saya Tak Ada di Lokasi Saat Rumah Mertua Digeledah
-
KPK: Bupati Pati Sudewo Berpotensi Raup Rp 50 Miliar Jika Pemerasan Terjadi di Seluruh Kecamatan
-
KPK Geledah DPMPTSP Madiun, Uang Ratusan Juta Disita Usai OTT Wali Kota Maidi
-
Update Banjir Jakarta hingga Jumat Malam: 114 RT Masih Terendam
-
Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina