Suara.com - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi sejumlah pengendara dan pejalan kaki menerjang jalan yang baru saja dicor.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @fakta.indo, Selasa (28/9/2021) tampak jalanan yang baru saja dicor diterjang dan dilewati begitu saja oleh para pengguna jalan.
Warga nekat melewati jalan raya yang baru dicor itu karena kondisi ruas jalan lain yang macet total. Warga yang tak sabar pun akhirnya menerobos lewat jalan yang baru dicor
Jalan baru saja dicor
Dalam video itu dijelaskan bahwa jalan raya yang terletak di Balaraja, Kab. Tangerang tersebut baru saja dicor. Pengecoran tersebut berakibat pada pemberlakuan buka tutup jalan di wilayah tersebut.
"Jalan di Balaraja, Kabupaten Tangerang sedang dicor. Awalnya sistem satu arah dan buka tutup melalui jalan beton sampingnya," bunyi keterangan dalam video tersebut, dikutip suara.com, Rabu (29/9/2021).
Karena banyaknya volumen kendaraan yang melintas di jalan yang hanya satu arah tersebut, para pengguna jalan nekat menerjang jalan yang baru dicor.
Jalan tersebut pun tampak rusak karena hasil cor belum mengeras dengan sempurna saat dilewati oleh pengguna jalan.
"Sistem satu arah menimbulkan kemacetan parah terus ada yang nekat lewat jalan yang baru dicor, akhirnya semua kendaran pun ikut lewat jalan yang baru dicor tersebut hingga jalanan baru itu rusak parah, Selasa (28/9/2021) pagi," sambungnya.
Tanggapan warganet
Melihat video tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka kesal dengan sikap para pengendara dan juga pengguna jalan yang nekat menerjang jalan yang baru saja dicor hingga rusak.
"Gantian jalannya jelek nyalahin pemerintah," komentar salah seorang warganet.
"Jalanan rusak ngeluh, jalanan dibenerin dirusakin," sahut warganet lain.
"Tinggal nyalahin pemerintah kan beres," komentar salah satu warganet.
"Kasihan yang ngecor," ujar warganet lain.
Berita Terkait
-
Viral Tagihan Listrik Cuma Rp15 Ribu per Bulan, Malah Bikin Ketar-ketir
-
Penghulu KUA Viral Pakai 3 Bahasa Lulusan Apa? Ini Riwayat Pendidikan Muhammad Zidni Ilmi
-
Mega Salsabillah Sentil Balik Deddy Corbuzier dan KDM soal Penjual Es Gabus, Alasannya Keren Banget
-
Trend 2026 is the New 2016 Viral di TikTok, Gen Z Nostalgia Era Jadul
-
Tangkap Maling Mesin Kopi, Pemuda Aceh Justru Malah Dijadikan Tersangka Penganiayaan
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Baru Dibuka, 22.494 Tiket Kereta H-1 Lebaran dari Jakarta Ludes Terjual
-
Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
-
Megawati di Forum Abu Dhabi: Perempuan Tak Perlu Dilema Pilih Karier atau Keluarga
-
Kemenag Nilai Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, PRPP Jadi Lokasi Unggulan
-
Polda Bongkar Bukti CCTV! Pastikan Tak Ada Rekayasa BAP Kasus Penganiayaan di Polsek Cilandak
-
Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
-
Perludem Soroti Dampak Ambang Batas Parlemen: 17 Juta Suara Terbuang dan Partai Tak Menyederhana
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Barat
-
Mensos Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan