Suara.com - Eks Direktur Sosialisasi Kampanye Antikorupsi KPK, Giri Suprapdiono tak bisa menutupi rasa sedihnya ketika memulangkan barang-barang ke Gedung KPK lama, Kuningan, Jakarta Selatan. Pemulangan barang-barang dilakukan setelah Giri dan 56 pegawai KPK lainnya resmi dipecat, hari ini.
"Sedih ya manusiawi," katanya saat ditemui wartawan di gedung KPK lama.
Giri datang ditemani oleh istrinya. Tiba di lokasi, dia langsung naik menggunakan lift, menuju salah satu lantai, dan langsung menuju ruangan untuk mengembalikan barangberupa laptop, id card, dan peralatan kantor lainnya.
Giri menganggap, hari ini adalah hari wisuda bersama 56 pegawai lain yang dipecat dari lembaga antirasuah tersebut. Setidaknya, para pegawai yang dipecat sudah melawan dengan sebaik-baiknya, dengan sehormat-hormatnya.
"Kami sudah bangun lembaga itu dan kita layaknya diusir. Tapi kami anggap wisuda dan kami sudah melawan sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya," tegas Giri.
"Dan semoga ini menjadi sejarah juga bahwa anak anak muda ini melawan pemberantasan Korupsi."
Tepat 30 September hari ini, 57 pegawai KPK tak lulus dalam TWK resmi dipecat.
Pengumuman pemberhentian 57 pegawai KPK ini dipercepat oleh KPK. Sepatutnya para pegawai KPK yang tidak lulus TWK akan selesai masa baktinya sebagai pegawai KPK pada 1 November 2021.
Seperti diketahui, awalnya ada sekitar 75 pegawai KPK yang tidak lulus menjadi dalam TWK yang digelar oleh Kementerian Badan Kepegawaian Negara (BPK) RI.
Baca Juga: Masa Bakti Belum Selesai, 57 Pegawai KPK Resmi Dipecat Hari Ini
Namun, ada sekitar 24 pegawai KPK yang dapat mengikuti pelatihan bela negara untuk nantinya dapat mengikuti TWK menjadi ASN. Sementara, 51 pegawai lainnya sudah tidak dapat dibantu. Lantaran dianggap hasil TWK mendapatkan rapor merah. Sehingga, tidak dapat mengikuti pelatihan bela negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Pastikan Garis Perjuangan Tak Menyimpang, YLBHI Diminta Transparan dan Akuntabel
-
Kolaborasi Antarlembaga, Kunci untuk Menjawab Kebutuhan Peserta
-
Janji Prabowo Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia Usai Temui Carmen H2H di Seoul
-
Misteri Absennya Tim Hukum Nadiem Makarim, Sidang Korupsi Chromebook Sengaja Diulur?
-
Dasco: Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun Ini Banyak Terobosan, Jemaah Nyaman
-
Seskab Teddy: Cuma 5 Km dari Kantor Saya Ternyata Banyak Anak-anak Tidak Pernah Sekolah
-
6 Minggu 'Menghilang', Kemana Mojtaba Khamenei?
-
Bidik Status Sister City, Jakarta Bakal Contek Kecanggihan Teknologi Shenzhen
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Apa Hambatan dalam Proses Negosiasi?
-
IRGC Tangkap 2 Kapal di Sekitar Perairan Iran, Alasannya Bikin Kaget