Suara.com - Ahli virologi yang juga Guru Besar Universitas Udayana Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika memprediksi gelombang ketiga kasus Covid-19 terjadi pada 2022.
"Saya bahkan bisa prediksi kalau melihat pola tahun lalu, maka letupan kembali saya prediksi bulan Januari - Februari 2022," kata Mahardika dalam gelar wicara virtual Waspada Mutasi Virus Dengan Protokol Kesehatan di Jakarta, Kamis (30/9/2021).
Mahardika menuturkan belajar dari gelombang kasus Covid-19 yang melonjak pada periode-periode sebelumnya, tampak polanya mulai terbentuk di mana kasus mulai melonjak Desember 2020, Januari-Februari 2021 dan Juli 2021 terjadi letupan kasus sehingga diprediksi kasus akan melonjak lagi pada Januari-Februari 2022 karena mobilitas penduduk juga meningkat jelang akhir tahun.
Untuk itu, selain senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, percepatan vaksinasi Covid-19 harus digenjot, dan itu yang sedang dilakukan Pemerintah Indonesia saat ini.
Mahardika mengatakan jika daerah-daerah mencapai target vaksinasi 70 persen atau bisa di atas 70 persen, maka jumlah tekanan pada sistem rumah sakit tidak akan sebesar seperti yang terjadi sebelumnya.
Ia berharap Pemerintah Indonesia segera mempercepat capaian target vaksinasi yang mana saat ini 1,5 juta orang divaksinasi per hari menjadi dua juta atau empat juta orang per hari, dan mengupayakan target vaksinasi 100 persen untuk seluruh penduduk demi melindungi segenap bangsa Indonesia.
"Untuk masyarakat yang belum divaksin, segera kalau sudah ada panggilan untuk vaksinasi, mohon silakan vaksinasi. Vaksin ini adalah bukti ilmiah kemajuan dunia kedokteran modern," ujar Mahardika.
Menurut Mahardika, bercermin dari yang terjadi di luar negeri pada umumnya ketika capaian vaksinasi negara itu sudah di atas 60 persen, maka jumlah orang yang meninggal dunia dan dirawat di rumah sakit tidak tinggi.
Ia menuturkan salah satu dampak dari percepatan dan peningkatan cakupan vaksinasi Covid-19 di atas 70 persen adalah jumlah orang yang masuk ke rumah sakit dan jumlah orang yang meninggal dunia sangat rendah, tetapi kasus bisa saja melonjak tajam.
Baca Juga: Astaga! Dr Tirta Prediksi Kedatangan Gelombang Ketiga Covid-19 di Indonesia, Kapan?
"Vaksin sudah tersedia dengan cepat sehingga mungkin mudah-mudahan awal tahun 2022 kita sudah mengatakan virus masih ada di sekitar kita tapi dampak pandemi bisa kita minimalisir. Ini peran vaksin," kata Mahardika.
Sementara itu, Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Erlina Burhan mengatakan ada potensi gelombang ketiga Covid-19 terjadi sehingga perlu dilakukan pencegahan dan langkah antisipasi.
"Saya berpendapat bahwa potensinya (gelombang ketiga) ada. Namun, kita ini sebagai orang yang sudah cukup panjang perjalanannya negara, pemerintah kita, bangsa kita mengalami gelombang kedua dan betul-betul mengerikan, tidak nyaman. Saya kira kita harus berubah, kita harus berusaha bahwa potensi itu kita antisipasi sehingga tidak terjadi gelombang ketiga," ujar Erlina.
Langkah pencegahan yang harus terus diupayakan antara lain penerapan protokol kesehatan dengan disiplin, menjalani vaksinasi Covid-19 dan meningkatkan imunitas diri dengan pola hidup bersih dan sehat serta gizi seimbang.
"Kalau kita masih bisa bahu-membahu antara pemerintah dan masyarakat, sama-sama ingin terbebas menghadapi pandemi ini, mestinya kita bisa mengantisipasinya," ujarnya.
Erlina menuturkan cakupan vaksinasi Covid-19 harus makin ditingkatkan karena saat ini masih 24 persen padahal sudah menuju akhir 2021. Sementara, Pemerintah Indonesia memiliki target vaksinasi yakni 70 persen dari total penduduk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
KPK Tetapkan Gus Yaqut Jadi Tersangka Kasis Kuota Haji, Maman PKB: Harus Diusut Tuntas
-
Soal Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, Garin Nugroho Singgung Mental Kerdil Hadapi Kritik
-
Bareskrim Turunkan Tim ke Sumbar Bidik Tambang Emas Ilegal, Ada Aktor Besar yang Diincar?
-
Banjir Arteri, Polisi Izinkan Sepeda Motor Masuk Tol Sunter dan Jembatan 31
-
Datangi Bareskrim, Andre Rosiade Desak Polisi Sikat Habis Mafia Tambang Ilegal di Sumbar!
-
Banjir Jakarta Meluas, 22 RT dan 33 Ruas Jalan Tergenang Jelang Siang Ini
-
Air Banjir Terus Naik! Polda Metro Jaya Evakuasi Warga di Asrama Pondok Karya
-
Curanmor Berujung Penembakan di Palmerah Terungkap, Tiga Pelaku Dibekuk di Jakarta hingga Cimahi
-
Diduga Tak Kuat Menampung Guyuran Hujan, Plafon SDN 05 Pademangan Timur Ambruk
-
Nadiem Hadapi Putusan Sela, Bebas atau Lanjut ke Sidang Pembuktian Kasus Korupsi Rp2,18 Triliun?