- Dosen UNJ, Ubedilah Badrun, dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 13 April 2026 atas dugaan ujaran kebencian elektronik.
- Laporan tersebut diajukan oleh seorang warga berinisial RKS karena pernyataan Ubedilah yang menyebut Prabowo-Gibran sebagai beban bangsa.
- Polda Metro Jaya secara resmi telah menerima laporan terkait klaim Ubedilah yang menyebut pemerintahan Prabowo-Gibran cacat konstitusi.
Suara.com - Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badru dilaporkan ke Polda Metro Jaya, buntut pernyataannya yang menyebut Prabowo Subianto Gibran Rakabuming Raka sebagai beban bangsa.
Adapun laporan tersebut teregister dengan Nomor LP/B/2560/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 13 April 2026.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto membenarkan soal laporan tersebut. Laporan dibuat terkait dengan dugaan kebencian di media elektronik.
“Ya benar, Polda Metro Jaya telah menerima laporan masyarakat, Senin 13 April 2026 terkait dugaan ujaran kebencian di media elektronik,” kata Budi, saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).
Budi mengungkapkan, jika Ubedilah dilaporkan oleh pihak yang berinisial RKS. Namun, dirinya tidak menyebut secara rinci, asal pelapor tersebut.
“Saudara Rks. Pelapor adalah warga Indonesia,” ungkapnya.
Diketahui, Ubedilah dipolisikan buntut pernyataannya dalam sebuah tayangan siniar berjudul Ubedilah Badrun: Prabowo Gibran Beban Bangsa.
Dalam tayangannya, Ubedilah menyatakan jika pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo-Gibran telah menjadi beban bagi bangsa Indonesia, sehingga harus segera diakhiri.
Pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo-Gibran juga disebut-sebut telah cacat konstitusi sejak awal.
Baca Juga: Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?
"Secara argumentatif saya meyakini bahwa Prabowo-Gibran adalah beban buat bangsa ini," kata Ubedilah dalam podcast tersebut.
Berita Terkait
-
Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?
-
Usai Diperiksa KPK, Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK ke Polda Metro Jaya
-
Kaesang Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo
-
Dapat Kejutan Ultah di DPR, Titiek Soeharto Senyum-senyum Ditanya Ucapan 'Spesial' dari Prabowo
-
Siswi 15 Tahun di Langkat Jadi Tersangka Usai Bela Ayah, Curhat ke Prabowo Subianto
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru