Sebagai negara maritim, kekuatan pertahanan Indonesia di laut dan udara menjadi hal yang sama pentingnya dengan kekuatan pertahanan di darat.
Potensi ancaman keamanan di laut yang terus berkembang, mulai dari isu LCS, pelanggaran batas wilayah laut Indonesia oleh kapal militer dan penjaga pantai negara lain, pembajakan, sampai dengan maritime terrorism, perlu diperhatikan dan dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi Presiden dan Komisi I DPR dalam menyeleksi calon Panglima TNI.
Dengan kata lain bahwa pemilihan Panglima TNI perlu juga melihat kebutuhan, situasi ancaman dan arah kebijakan pertahanan.
Rotasi Antarangkatan
Indikator berikutnya yang perlu menjadi pertimbangan bagi presiden dan anggota Komisi I DPR dalam melakukan seleksi calon Panglima TNI adalah keseimbangan rotasi antar angkatan.
Pola rotasi angkatan atau matra dalam penentuan posisi Panglima TNI juga menjadi hal penting untuk meminimalisir potensi kecemburuan atau munculnya ego matra tertentu.
Pada periode pemilihan Panglima TNI sebelumnya, langkah Presiden Jokowi dan DPR dalam pengangkatan Marsekal Hadi Tjahjanto dianggap sebagai suatu langkah yang tepat. Sebab, pemerintah juga turut menimbang posisi Panglima TNI sebelumnya diduduki oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dari Angkatan Darat.
Saat itu penetapan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI yang berasal dari Angkatan Udara juga memberi harapan akan terwujudnya keseimbangan kekuatan antarmatra.
Terpilihnya Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada saat itu memberi angin segar bagi TNI AU. Karena dengannya, Panglima TNI dianggap lebih mengetahui kebutuhan Angkatan Udara dan dapat lebih memperjuangkan adanya pemenuhan kebutuhan alutsista untuk TNI AU.
Baca Juga: Baru Dilantik Jadi Wakil Ketua DPR, Lodewijk Tagih Nama Calon Panglima TNI ke Presiden
Harapan yang sama kemudian berkembang di tahun ini, dimana adanya rotasi antar angkatan dalam penentuan Panglima TNI diharapkan mampu menghindari terjadinya ego matra dan mengikis ketimpangan kekuatan antarmatra.
Apabila Panglima TNI yang kelak terpilih berasal dari Angkatan Laut maka setidaknya Panglima TNI dapat juga memahami betul kebutuhan matra laut.
Dengan pergantian kepemimpinan lintas matra, maka setidaknya ada harapan dari rekan-rekan TNI AL agar sosok Panglima TNI yang baru ini dapat lebih memperjuangkan kebutuhan mereka, terutama dari segi pemenuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Memang tidak dapat dipungkiri, kebutuhan alutsista Angkatan Laut dan Udara dapat dikategorikan lebih mahal daripada Angkatan Darat. Namun demikian, sebenarnya Indonesia juga membutuhkan adanya sistem persenjataan dan pertahanan laut yang mumpuni.
Lemahnya pertahanan laut juga akan berdampak pada lemahnya sistem pertahanan negara, dalam dalam sistem pertahanan negara modern semua sistem pertahanan diantara matra-matra saling bersinergis.
Berbicara soal kekuatan antar matra maka sampai dengan saat ini TNI AD masih dipandang sebagai satuan dengan kekuatan yang lebih mumpuni, asumsi ini tentunya tidak selalu mengacu pada besarnya anggaran setiap angkatan karena jika itu yang diperbandingkan maka asumsinya akan menjadi terbalik.
Berita Terkait
-
Baru Dilantik Jadi Wakil Ketua DPR, Lodewijk Tagih Nama Calon Panglima TNI ke Presiden
-
Dugaan Penyusupan PKI di Tubuh TNI, Panglima: Tidak Dapat Dibuktikan Secara Ilmiah
-
Soal Tudingan PKI, Panglima TNI Nilai Ucapan Gatot Tak Bisa Dibuktikan Secara Ilmiah
-
Gatot Tuding TNI AD Disusupi PKI, Panglima Kostrad: Senior Sebaiknya Klarifikasi Dulu
-
Eskalasi di Laut China Selatan Meningkat, Posisi Panglima Lebih Tepat di Jabat TNI AL?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
PDIP Desak Reformasi Total Polri: Hapus Dwifungsi dan Perkuat Pengawasan Eksternal
-
Tutup Rakernas I, PDIP Resmi Tegaskan Posisinya Sebagai Partai Penyeimbang: Kawal Pemerintahan
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP