Suara.com - Pria yang memamerkan kondisi kepalanya baru-baru ini menjadi viral. Ia menunjukkan kepalanya itu benjol sehingga mirip dengan karakter Jarjit dalam animasi "Upin dan Ipin".
Kondisi kepala pria itu dibagikan oleh akun TikTok @baktirambe.09. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 5,7 juta kali dan mendapatkan 270 ribu tanda suka.
"Jarjit. #fyp," tulis akun ini sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Kamis (7/10/2021).
Dalam video, pria itu merekam dirinya sendiri. Ia sedang berbaring di atas kasur tanpa mengenakan kaos. Pria itu kemudian mengelus-elus kepalanya yang botak.
Kondisi kepala pria itu terlihat begitu mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, bagian atas kepalanya tampak memiliki benjolan yang cukup besar.
Sang pria dengan santai mengelus benjolan kepalanya itu. Ia juga terlihat mengacungkan tanda jempol ke arah kamera setelah memamerkan benjolan di kepalanya.
Tak sampai di situ, pria tersebut bahkan membandingkan benjolan di kepalanya itu dengan karakter Jarjit dalam film animasi "Upin dan Ipin". Ia menilai penampilannya sekarang mirip dengan Jarjit.
Rekaman pria itu sendiri berdurasi cukup singkat. Ia kemudian membagikan video itu di akun TikToknya yang memicu kehebohan warganet.
Sebagian besar warganet menuliskan beragam komentar kocak mengenai benjolan yang disebut mirip Jarjit tersebut. Sebagian lainnya turut ngeri dan bertanya penyebab benjolan tersebut.
Baca Juga: Video Mesra Danang DA dan Hemas Nura Disorot, Netizen Curiga Sudah Nikah Pandan
"Upin Ipin menangis melihat ini, karena Jarjit main ke Indonesia," komen warganet.
"Tinggal bikin pantun aja tuh dah mirip Jarjit," tulis warganet.
"Kutu be like: anjay pegel juga ngedaki gunung," celutuk warganet.
"Kayak benjol Sinchan," sahut warganet.
"Anjrit itu bakso ngapain pindah di situ," tambah yang lain.
"Kok bisa gitu?" tanya warganet ngeri.
"Kenapa itu kepala? Tolong di klarifikasi," desak warganet.
"Mau bercandain tapi takut kalau itu penyakit," timpal lainnya.
Video ini bisa disaksikan di sini.
Video yang mungkin Anda lewatkan:
Berita Terkait
-
Video Mesra Danang DA dan Hemas Nura Disorot, Netizen Curiga Sudah Nikah Pandan
-
Grafiti "Koruptor Dirangkul, Rakyat Kecil Dipukul" Dihapus Warga, Ketua RW: Bikin Gaduh
-
Viral Pria Lapor Temuan Uang di Mesin ATM, Warganet: Subhanallah, Orang Jujur
-
Grafiti "Koruptor Dirangkul, Rakyat Kecil Dipukul" di Bintaro, Begini Kesaksian Ketua RT
-
Wanita Ini Panik Laundry Langganan Jadi Warung Piscok, Jawaban Pemilik Bikin Publik Bengek
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Rano Karno Yakin Parkir Liar di Tanah Abang Bisa Tertib Dalam 3 Hari
-
Mulai Puasa Rabu Besok, Masjid Jogokariyan dan Gedhe Kauman Jogja Gelar Tarawih Perdana
-
Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Ini Penjelasan Kemenag
-
Kemenag Tetapkan 1 Ramadan Pada Kamis 19 Februari, Mengapa Beda dengan Muhammadiyah?
-
Bertemu Wakil Palestina di PBB, Menlu Sugiono Tegaskan Dukungan Indonesia
-
Getok Tarif Parkir Rp100 Ribu, Polisi Ciduk 8 Jukir Liar di Tanah Abang
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Komdigi Siapkan Aturan Penggunaan AI, Lokataru Endus Motif Kepentingan Bisnis dan Politik
-
Sambangi Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin, Rano Karno Gaungkan Pesan Keadilan di Tahun Baru Imlek
-
Lokataru Minta Masalah Kebocoran Data Nasional Dievaluasi Sebelum Bahas RUU KKS