Suara.com - Masih ingat dengan Reynhard Sinaga, predator seks asal Indonesia yang menggemparkan Manchester, Inggris? Kabar Reynhard Sinaga kembali menjadi sorotan. Hal itu membuat jejak kasus Reynhard Sinaga pun kembali menarik untuk diketahui.
Baru-baru ini, beredar foto Reynhard Sinaga dengan wajah babak belur. Foto Reynhard Sinaga babak belur beredar di dunia maya salah satunya Twitter @tvindonesiawkwk. Lalu, seperti apa jejak kasus Reynhard Sinaga?
Sebagai informasi, potret Reynhard Sinaga babak belur yang beredar di media sosial tersebut merupakan foto yang baru dirilis Kepolisian Manchester pada Senin (4/10/2021) lalu. Kepolisian Manchester merilis foto Reynhard Sinaga jelang penayangan film dokumenter tentang investigasi polisi dalam proses menangkap sang predator seksual.
Film dokumenteri itu berjudul Catching a Predator. Berikut ini jejak kasus Reynhard Sinaga, sang predator seks yang telah memakan ratusan korban dilansir dari berbagai sumber.
Melansir dari laman Manchestereveningnews, Reynhard Sinaga merupakan warga Indonesia yang tinggal di Inggris menggunakan visa pelajar pada 2007. Saat itu usia Reynhard 24 tahun.
Ia ditangkap pihak kepolisian Inggris pada 2 Juni 2017 dan sudah menjalankan 4 kali proses persidangan dalam kurun waktu 18 bulan. Awal kasus Reynhard Sinaga terkuat usai adanya laporan dari salah satu korban. Reynhard lantas divonis pengadilan Manchester berupa hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan, pada (6/1/2020) lalu.
Hal itu lantaran Reynhard Sinaga terbukti melakukan tindakan kejahatan seksual atas 159 orang dan serangan seksual terhadap 48 pria. Hakim Suzanne Goddard menggambarkan Reynhard sebagai "predator seksual setan" yang "tidak akan pernah aman untuk dibebaskan."
Bagaimana tidak, Reynhard telah melakukan aksinya sejak Januari 2015 hingga Juni 2017. Ia melakukan pencabulan terhadap pria di luar klub malam, diajak ke apartemennya, dibius, dan diperkosa.
Reynhard Sinaga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, maksimal 30 tahun usai terbukti bersalah. Namun, Reynhard yang dijuluki 'pemerkosa paling parah dalam sejarah hukum Inggris' mendapat tambahan hukuman 10 tahun dalam putusan Mahkamah Banding Inggris, pada 11 Desember 2020 lalu.
Baca Juga: Cerita Korban Predator Reynhard Sinaga, Pulang Pesta Bangun di Sofa Orang Asing
Oleh karena itu, kini Reynhard Sinaga harus menjalani hukuman pidana yakni minimum 40 tahun sebelum dapat mengajukan permohonan dibebaskan. Demikian jejak kasus Reynhard Sinaga, predator seks yang menggemparkan publik mancanegara.
Kontributor : Lolita Valda Claudia
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
Terkini
-
3.200 Laporan Parkir Liar Menumpuk, DKI Gelar Razia Besar-besaran
-
Iran Serang Target Militer di Palestina Utara, Kedubes di Jakarta Tegaskan Hak Bela Diri
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Dapur MBG di Palembang Hentikan Operasional, Sebut Anggaran Belum Cair
-
KPK Jadwalkan Pemeriksaan 2 Tersangka Swasta Kasus Kuota Haji Hari Ini
-
Kejar Deadline Oktober! Dasco Ungkap Kunci Percepatan UU Ketenagakerjaan Baru Ada di Tangan Buruh
-
Pengamat: Seskab Teddy Terlalu Sering Tampil, Komunikasi Istana Seharusnya Satu Pintu
-
Bupati Nonaktif Cilacap Gugat Status Tersangka, KPK Siap Hadapi
-
Tsunami Filipina Terjang Sulawesi Utara dan Maluku Utara
-
Penembakan Massal Dekat Markas Inggris, Piala Dunia 2026 Diselimuti Ketakutan