Suara.com - Aksi cewek yang merendam segepok uang dengan deterjen telah menggegerkan media sosial. Ia berniat mencuci uang pecahan Rp 10 ribu itu dengan alasan tak terduga.
Momen ini dibagikan di akun TikTok @tita***. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 7,8 juta kali dan mendapatkan 260 ribu tanda suka.
"Kalau rame, nanti aku tunjukin hasilnya setelah kering dan disetrika," tulis akun ini sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Minggu (10/10/2021).
Dalam video, cewek ini membagikan solusi jika ingin mengubah uang menjadi baru. Rupanya, ia berniat mencuci uang-uang pecahan Rp 10 ribu itu dengan deterjen, layaknya mencuci pakaian.
"Solusi kalau enggak ada uang baru," tulis cewek ini sebagai keterangan video TikTok.
Sang cewek lantas menyiapkan ember untuk mencuci uang. Ember itu kemudian diisi sedikit air sesuai kebutuhan uang. Ia lantas memasukkan segepok uang Rp 10 ribu ke dalam ember.
Selanjutnya, cewek ini memasukkan deterjen ke dalam ember berisi uang itu. Ia kemudian mengaduk-aduk deterjen dan air itu agar bergelembung.
Cewek ini memperlakukan uang-uang itu seperti pakaian. Ia menggosok-gosok uang dengan perlahan, dengan harapan bisa menghilangkan noda-noda kotor dalam uang tersebut.
Setelah direndam, cewek ini mulai membilas uangnya. Ia kemudian menjemur berlembar-lembar uang tersebut di atas keramik kamar mandi.
Baca Juga: 3 Tips Kelola Uang Akibat Tambahan Biaya Kesehatan Darurat
Semua uang itu ditata berjejer seperti jemuran. Bedanya, uang tersebut tidak dijepit dan dikeringkan langsung di bawah sinar Matahari.
Hasil akhir uang itu sendiri setelah dicuci tidak diketahui. Pasalnya, video berakhir saat uang-uang itu dalam proses pengeringan.
Kendati demikian, aksinya itu mendapatkan perhatian luas warganet. Mereka menuliskan beragam komentar kocak sampai berdebat jika aksi cewek itu termasuk merusak uang.
Selain itu, warganet juga menganggap aksi cewek itu sebagai praktik kasus pencucian uang yang sesungguhnya.
"Definisi pencucian uang," sahut warganet.
"Terjerat kasus pencucian uang," celutuk warganet.
Berita Terkait
-
3 Tips Kelola Uang Akibat Tambahan Biaya Kesehatan Darurat
-
Viral Cewek Ngelus Dada Setiap Teman Main Kos, Cuma Mau Numpang Ngedot
-
Viral! Gara-gara Tak Diberi Uang, Pengamen di Pekalongan Ini Ngamuk
-
Seret Nama Airlangga dan Luhut, Apa Itu Pandora Papers?
-
Viral Aksi Kreatif Sahabat Bikin Proposal Ajak Piknik ke Wanita Bersuami
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!