Suara.com - Vokasi Universitas Indonesia menggelar pelatihan cek fakta berita kepada siswa SMA. Program Pengabdian Masyarakat atau Pengemas Vokasi UI ini digelar bersama dengan FactChecker UI dan SMAN 21 Jakarta.
Dosen Pengabdi dari Vokasi Humas UI, Devie Rahmawati, menyebut kegiatan bertajuk Smart Living, Health Living : Hidup Sehat Tanpa Hoax ini diikuti lebih dari 500 peserta secara daring. Tujuannya, sebagai upaya memerangi berita bohong atau hoaks.
"Kegiatan ini semakin dibutuhkan semenjak pandemi, karena masyarakat harus hidup di “dua alam”, yaitu offline dan online," kata Devie kepada wartawan, Minggu (10/10/2021).
Berdasar data Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kemenkominfo, Devie menyebut dalam periode Agustus 2018 hingga 30 September 2021, terdapat 9.025 kasus hoaks. Kasus tertinggi ialah hoaks terkait Kesehatan, yakni sebanyak 1.893.
"Penyebaran hoaks tidak dapat diabaikan, mengingat sedikitnya ada tiga dampak dari hoaks yaitu 3 K: Kerusuhan Sosial, Konflik Politik dan Kerugian Ekonomi," katanya.
Pembina Komunitas Mahasiswa Fact Checker UI itu menjelaskan salah satu contoh dampak bahaya hoaks ialah kasus kerusuhan di Yahukimo, Papua. Dimana kerusuhan yang disebabkan akibat hoaks soal penyebab kematian mantan Bupati Yahukimo Abock Busup itu menewaskan enam warga.
"Sedangkan hoaks perekonomian, yaitu investasi bodong yang disebarkan via online, menurut data OJK terbukti telah merugikan keuangan masyarakat lebih dari Rp100 triliun dalam periode tahun 2011–2020,” ungkapnya.
Sementara Pengabdi dari Vokasi Administrasi Perkantoran UI, Mila Viendyasari, mengemukakan alasan pihaknya menjadikan siswa sebagai peserta lantaran mayoritas anak muda memiliki kemampuan digital yang mempuni. Sehingga, kata dia, memudahkan pula proses transfer ilmu terkait cek fakta tersebut.
“Anak-anak muda, menjadi sasaran yang strategis, karena mereka memiliki kemampuan digital yang terkini, sehingga akan lebih mudah untuk mentransfer tambahan ilmu mengenai cek fakta dan berita,” pungkas Mila.
Baca Juga: CEK FAKTA: Video Jokowi Joget di Tengah Kerumunan Tak Patuh Prokes di Papua, Benarkah?
Berita Terkait
-
Penanganan Covid-19 di Indonesia Membaik, Epidemiolog Minta Pemerintah Waspada Ini
-
Polisi Tetapkan 23 Tersangka Kasus Kerusuhan di Yahukimo, Salah Satunya Ketua Suku Kimyal
-
CEK FAKTA: Jokowi Akan Reshuffle Mensos Risma Karena Amarah Suka Meledak, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Video Jokowi Joget di Tengah Kerumunan Tak Patuh Prokes di Papua, Benarkah?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan