Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menonton langsung perlombaan renang di Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua. Pada saat yang bersamaan, kontingen ibu kota berhasil mendulang emas dari cabang olahraga ini.
Anies datang ke Arena Akuatik Kampung Harapan, Kompleks Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura sekitar pukul 18.30 WIT. Ia diketahui tiba di Papua pada Senin (11/10/2021) pagi.
Mantan Mendikbud itu langsung ditempatkan di kursi VIP untuk menyaksikan final beberapa nomor lomba renang ini. Salah satu atlet DKI, Joe Aditya berhasil meraih medali emas dalam nomor 302-200 m gaya bebas pria dengan catatan waktu 1 menit 51,05 detik.
Pihak panitia pun meminta Anies menjadi penyerah medali emas kepada para atlet. Setelah itu saat ditemui wartawan, Anies mengaku senang dan berharap atlet lain bisa mengikuti jejak Joe.
"Alhamdulillah kami bangga joe menyumbangkan satu emas untuk Jakarta dan lima hari ke depan mudah-mudahan akan lebih banyak lagi perolehan medali untuk DKI Jakarta," ujar Anies di lokasi, Selasa (11/10/2021).
Ada tujuh partai final yang akan digelar secara berurutan hari ini. Meski belum semua nomor dimainkan, DKI sudah memenangkan tiga di antaranya. Dengan ini, ibu kota sudah memenangkan lima lomba renang sejak dimulai Minggu (10/10/2021) kemarin.
Kendati demikian, Anies tak terlalu menyoroti perolehan lima medali itu. Menurutnya yang paling penting adalah usaha dibalik prestasinya itu.
"Yang penting dari peristiwa tadi, bukan sekedar kita menyaksikan lima medali emas. Dibalik medali emas ini ada kerja keras yang luar biasa," katanya.
Saat sesi wawancara, Anies juga sempat bertanya kepada Joe mengenai perjuangannya. Joe bilang setiap harinya harus bangun pukul 05.00 pagi untuk berlatih keras dan mendapatkan raihan ini.
Baca Juga: Optimis Masuk 10 Besar, Pemprov Banten Siapkan Rp12 Miliar Untuk Bonus Atlet PON XX Papua
"Bangunnya jam 05.00 pagi, latihan nonstop berbulan-bulan, bertahun-tahun. Dan saya ingin jadikan pelajaran untuk semua. Bahwa emas ini tidak didapat dengan gratis, dan tidak didapat sebagai pemberian. Tapi ini didapat dari kerja keras," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tanpa Sertifikasi, Ali Tatto Sulam Sebut Pesolek Talenta Lokal Susah Tembus Pasar Global
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Kabut Asap Selimuti Palembang, Warga Tetap CFD: Sehat atau Malah Berisiko?
-
Bruno Fernandes Banjir Kritik Usai Manchester United Dipermalukan Hull City
-
Inter Milan Kunci Lautaro Martinez, Barcelona Harus Gigit Jari
-
AMAN Kalbar Minta Karhutla Ditangani Objektif, Jangan Kriminalisasi Masyarakat Adat
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan
-
Viral Catatan Seskab Teddy Soal Karhutla Bikin Publik Geram: Siapa yang Gak Beradab?