News / Metropolitan
Rabu, 08 Juli 2026 | 13:46 WIB
Penumpang meunggu kedatangan bus Transjakarta di Halte Jaga Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta belum memutuskan kenaikan tarif Transjakarta dan Transjabodetabek hingga saat ini.
  • Pemerintah tengah menghitung ulang besaran subsidi bersama DPRD DKI Jakarta sebelum menetapkan tarif transportasi publik secara final.
  • Pemprov DKI tetap menyediakan layanan gratis bagi 15 golongan masyarakat agar kenaikan tarif hanya menyasar pengguna yang mampu.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum memutuskan kenaikan tarif Transjakarta maupun Transjabodetabek. Saat ini, pemerintah masih menghitung ulang besaran subsidi sebelum menetapkan tarif final.

Pramono mengatakan usulan tarif dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) sudah diterima dan tengah dipelajari bersama DPRD DKI Jakarta dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Laporan DTKJ sudah masuk kepada kami. Kami sedang mempelajari itu. Dalam minggu-minggu depan ini, kami segera menghitung kembali,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Menurut Pramono, keputusan tarif tidak bisa dilepaskan dari kemampuan pemerintah dalam memberikan subsidi terhadap layanan transportasi publik.

“Karena memang untuk memutuskan kenaikan tarif Transjakarta dan semuanya, termasuk Transjabodetabek, tentunya kami harus melihat bagaimana dengan subsidi yang harus dihitung,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembahasan tarif menjadi salah satu agenda prioritas yang akan segera diselesaikan bersama DPRD.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin. [Suara.com/Adiyoga]

Meski begitu, Pramono memastikan dirinya bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno akan mempertimbangkan besaran tarif secara matang agar tetap berpihak kepada masyarakat.

Di sisi lain, Pemprov DKI juga akan terus memperluas manfaat layanan gratis bagi 15 golongan pengguna Transjakarta.

Dengan skema tersebut, kenaikan tarif nantinya diharapkan hanya berdampak pada masyarakat yang dinilai mampu membayar.

Baca Juga: DPRD DKI Nilai Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp 5.000 Masih Wajar, Ini Alasannya

“Karena 15 golongan kan kita terus tambah untuk kita gratiskan, sehingga dengan demikian, siapapun yang nanti akan mengalami kenaikan pasti memang orang-orang yang mampu untuk itu,” ungkap Pramono. (Antara)

Load More