Suara.com - Aksi cewek yang sedang memberi makan ikan patin hasil ternak menghebohkan publik. Bagaimana tidak, ia menyuapi ikan-ikan patin tersebut dengan makanan seblak.
Momen yang menjadi viral itu dibagikan oleh akun TikTok @haii.cewe. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 2 juta kali dan mendapatkan 120 ribu tanda suka.
"Suapin makan seblak ke pasangan (tidak). Suapin makan seblak ke ikan (iya)," tulis cewek ini sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Selasa (12/10/2021).
Dalam video, cewek itu sedang berjongkok di pinggir kolam patin. Ia memegang semangkok seblak lengkap dengan sendoknya. Sejumlah ikan patin pun mulai berdatangan mendekat.
Tanpa pikir panjang, cewek itu menyuapi seblak ke setiap ikan patin yang muncul. Ia memasukkan seblak ke mulut ikan patin dengan menggunakan sendok.
Seblak yang berisi kerupuk sampai mie itu pun menjadi santapan ikan patin. Hal itu tentu dinilai sangat ekstrem. Pasalnya, seblak terkenal dengan rasa pedasnya.
Meski sangat pedas, namun ikan patin itu terlihat berebut mendapatkan suapan. Ikan-ikan itu berkerumun di dekan cewek yang memberi makan seblak sambil membuka mulut mereka.
Sang cewek sendiri terus menyuapi seblak ke ikan patin itu sampai habis. Ia melakukan itu sambil tertawa ngakak karena geli melihat ikan patin menikmati seblak.
Aksinya itu langsung memicu perdebatan di kolom komentar. Sebagian warganet menegur dan bahkan memperingatkan aksinya yang dinilai membahayakan ikan-ikan tersebut.
Baca Juga: Dikira Salah Ngomong, Plot Twist Pria Ini saat Lamaran Malah Bikin Kesengsem
Walau begitu, ada juga warganet yang menuliskan beragam komentar kocak mengenai aksi cewek tersebut.
"Bisa-bisanya itu ikan mangap," sahut warganet.
"Lelenya dimarinasi bumbu seblak sejak hidup," celutuk warganet.
"Lele be like: besok kalau gue digoreng terus daging gue rasa seblak, jangan protes ya," tambah yang lain.
"Kasihan ikannya nanti sakit perut," tegur warganet.
"Orang-orang pada kenapa sih ya Allah, capek banget," timpal lainnya.
Berita Terkait
-
Dikira Salah Ngomong, Plot Twist Pria Ini saat Lamaran Malah Bikin Kesengsem
-
Syok Dapat Pesan Begini, Cewek Ini Curiga Ayahnya Berprofesi Anggota Intel
-
Cowok Naik Skuter Seperti Tak Pakai Celana, Benda di Bagian Tubuh Ini Bikin Salfok
-
CEK FAKTA: Benarkah Mengonsumsi Susu dan Pisang Setelah Makan Kepiting Membahayakan?
-
Viral Perempuan Beli Boba, Kepalanya Malah Nyangkut di Loket Pembayaran
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Viral TikToker Bongkar Lokasi Pertahanan Israel, Iran Diduga Langsung Mengebom
-
Dasco Ungkap Pembicaraannya dengan Prabowo soal Strategi 'Take Over' Gaza
-
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Cilacap
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS