Suara.com - Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) tidak setuju dengan rencana pemerintah mengurangi masa karantina bagi pelaku perjalanan dari luar negeri dari delapan hari menjadi lima hari.
Sekjen PERSI dr. Lia G. Partakusuma mengatakan waktu karantina delapan hari adalah waktu minimal untuk melakukan skrining kesehatan terhadap seseorang dari luar negeri membawa virus atau tidak.
"Kita tahu untuk melacak satu virus itu sebetulnya tidak mudah, kami melakukan misalnya dengan karantina lima hari, tapi bisa jadi dua minggu baru timbul, tapi itulah yang kami dari kesehatan sebetulnya selalu mengelus dada kalau melihat jalan apalagi dari dalam ke luar negeri itu mohon berhati-hati," kata Lia dalam diskusi FMB9-KPCPEN, Selasa (12/10/2021).
Oleh sebab itu dia meminta masyarakat untuk menahan diri bepergian keluar kota atau ke luar negeri karena situasi pandemi belum selesai.
"Kami orang-orang kesehatan lebih menginginkan mereka tetap berada di daerah masing-masing, mereka mau jalan-jalan ya di sana saja, tapi begitu mereka sudah menyeberang, beda provinsi apalagi beda negara nah itu kemungkinan untuk masuknya virus menjadi besar," ungkapnya.
PERSI sendiri sudah mengeluarkan surat edaran kepada semua rumah sakit untuk siaga menghadapi potensi gelombang ketiga pandemi Covid-19 yang diprediksi akan terjadi akhir tahun 2021 nanti.
"PERSI sudah membuat edaran bulan September kemarin untuk tetap menyiagakan rumah sakit, terutama di daerah perbatasan, yang kami takutkan bukan hanya hari libur, tetapi pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain, terutama di daerah perbatasan kami sudah minta rumah sakit untuk lebih siaga," ucap Lia.
Dia menegaskan, tenaga kesehatan bukan menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang kini sudah kembali bergerak, namun masyarakat tidak boleh euforia sebab pandemi belum selesai.
Sebelumnya, Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Panjaitan mengatakan masa karantina pelaku perjalanan luar negeri akan dikurangi menjadi lima hari.
Baca Juga: PERSI Minta Semua Rumah Sakit Bersiaga Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19
"Kami hitung masa inkubasi itu 4,8 hari, jadi maksimum itu sudah turun di bawah 4 persen probability penularannya," ujar Luhut saat jumpa pers, Senin (11/10/2021).
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi itu menyebut hal ini juga berlaku bagi warga negara Indonesia yang baru pulang dari luar negeri.
Berita Terkait
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak
-
Febrie Adriansyah Hanya Dicekal ke Luar Negeri 20 Hari, Ini Penjelasan Imipas
-
Tak Bisa Kabur! Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto Dicegah ke Luar Negeri
-
Kata Prabowo: Banyak Petani RI Liburan ke Luar Negeri!
-
Setelah 13 Tahun Hibernasi: Akankah Madu Diplomatik Indonesia-Belarus Bertahan?
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam