Suara.com - Herbert Nababan termasuk satu dari 57 pegawai KPK yang telah dipecat pimpinan KPK. Herbert kini mengisi waktu luangnya dengan membantu istri berjualan online dan usaha kecil-kecilan dengan beternak kambing.
Herbert diketahui masuk ke lembaga antirasuah di angkatan pertama Indonesia Memanggil satu, tahun 2005. Ia sudah cukup senior melakukan pemberantasan korupsi di KPK kurang lebih sudah 16 tahun.
Hingga akhirnya ia harus dipecat pimpinan KPK yang diketuai Firli Bahuri pada 30 September 2021 lalu. Ia diberhentikan bersama dengan 56 pegawai KPK lainnya melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk beralih menjadi ASN.
Kesibukan Herbert kekiinian diketahui dari postingan twitter akun @paijodirajo yang dikutip Suara.com, pada Rabu (13/10/2021). Dari postingan foto nampak Herbert tengah lahap menyantap makanan disandingkan dengan foto ternak kambingnya.
"Sementara ini, menyibukkan membantu istrinya jualan online dan mulai merintis usaha ternak kambingnya," cuitan twitter @paijodirajo, Rabu (13/10/2021).
Dalam cuitan @paijodirajo selanjutnya, Herbert tugas terakhirnya di KPK sebagai penyidik senior di bawah Kedeputian Penindakan.
Ia diketahui tengah mengusut kasus yang tengah ramai di publik, yakni Kasus suap bekas Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial kepada eks penyidik KPK dari unsur Polri Stepanus Robin Pattuju untuk KPK tidak mengusut perkara Jual Beli jabatan di Tanjungbalai.
"Pada bulan Mei 2021, Herbert sedang menyidik perkara dugaan jual beli perkara yang melibatkan Robin (mantan penyidik KPK) dan Syahrial (Walkot Tanjung Balai),"
Kemudian, sebelum membongkar siapa saja yang terlibat bersama Robin maupun 'atasan' yang diduga di lembaga antirasuah yang turut terlibat. Hinggak akhirnya Herbert dinonaktifkan dan akhirnya diberhentikan dari KPK.
Baca Juga: Harun Al Rasyid: Dulu Raja OTT, Kini Sibuk Keliling Warung Jajakan Dagangan
"Belum sempat dia membongkar siapa saja kelompok Robin serta 'atasan'nya, dia terlanjur non-aktif hingga akhirnya dipecat," lanjut cuitan @paijodirajo.
Herbert melalui akun Twitternya bernama @BironkBorong membalas cuitan @paijodirojo. Herbert pun mengirimkan postingan foto dirinya sedang mengemas jualan online istrinya. Sambil mengepalkan tangannya itu.
Balasan tweet Herbert juga cukup menyentuh. Apa yang dilakukannya dengan membantu istri berjualan sebagai bentuk pekerjaan yang halal. Ia, menyebut apa yang dilakukan tidak melanggar HAM.
"Paling penting dari kegiatan jualan online yang saya lakukan tersebut adalah untuk mendapatkan sesuatu secara halal, tidak melanggar HAM, tidak memanfaatkan pengaruh ataupun jabatan saya sebelumnya di KPK untuk mendapatkan keuntungan pribadi," isi cuitan Herbert.
Selain Herbert, beberapa eks pegawai KPK korban TWK seperti Harun Al Rasyid Eks KAsatgas Penyelidik KPK juga mengisi kesibukan dengan mengelola pesantren di Bogor, Jawa Barat dan berkeliling mengantar dagangan ke warung- warung kelontong.
Kemudian, mantan Fungsional Biro Hukum KPK Tigor Simanjuntak. Ia, setelah dipecat Firli Bahuri Cs, kini berjualan Nasi Goreng memakai gerobak di kawasan Bekasi, Jawa Barat.
Berita Terkait
-
Namanya Kerap Disebut, Pimpinan KPK Lili Pintauli Harus Dibawa ke Sidang Suap AKP Robin
-
Harun Al Rasyid: Dulu Raja OTT, Kini Sibuk Keliling Warung Jajakan Dagangan
-
KPK Tetapkan Eks Bupati Probolinggo Tersangka Gratifikasi dan Pencucian Uang
-
Sempat Dijuluki Raja OTT oleh Firli, Harun Sibuk Urus Pesantren dan Berdagang Usai Dipecat
-
Status Terbaru Bupati Nonaktif Probolinggo dan Suami Jadi Tersangka Kasus TPPU
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Connie Bakrie Duga Kuat Kasus Andrie Yunus Operasi Intelijen Terstruktur, Ini Indikatornya
-
Bisakah Taman Kota Kurangi Banjir? Memahami Solusi Berbasis Alam di Jabodetabek
-
Iran Bantah Serangan Drone ke Negara Teluk Saat Gencatan Senjata
-
Teka-teki Kematian Bos Tenda di Cibitung: Tewas Penuh Luka, Perampokan atau Dendam?
-
6 Jet Tempur Milik TNI AU Kawal Penerbangan Presiden Prabowo ke Magelang
-
Kemenag Pastikan Layanan Legalisasi Buku Nikah Tetap Buka Meski ASN WFH Setiap Jumat
-
Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi
-
Bulog: Stok Beras Nasional 4,6 Juta Ton Tersebar Merata, Ketahanan Pangan Aman Hadapi El Nino
-
Lawan Ketimpangan! Ini 5 Mandat Politik Kongres VI KPI Demi Keadilan Ekonomi Perempuan
-
Polisi Sebut WFH ASN Bikin Jalanan Jakarta Lebih Lengang Hari Ini