Suara.com - Di masa kecilnya, ada banyak sekali ujian dan cobaan yang menimpa Nabi Muhammad SAW. Banyak pula tragedi yang hampir menyebabkan Nabi Muhammad kecil terbunuh. Namun, sebanyak itu pula keajaiban yang disaksikan banyak kaum. Masa kecil Nabi Muhammad SAW terlahir menjadi seorang anak yatim piatu. Semenjak Rasulullah ditinggal wafat oleh sang ayah dan ibu, Rasulullah diasuh oleh kakeknya yaitu Abdul Muthalib.
Kasih sayang sang kakek sangat besar kepada Rasulullah. Pasalnya, sang kakek dapat memprediksi serta berkeyakinan bahwa kelak cucunya itu akan menjadi orang besar dan mulia. Namun, sang kakek hanya mengasuh Rasulullah selama dua tahun, karena meninggal dunia di usia delapan puluh tahun.
Nabi Muhammad kecil tidak kuasa menahan tetesan air mata kesedihan saat mengiringi pemakaman jenazah sang kakek. Sungguh berat ujian dan cobaan yang menimpa masa kecil Rasulullah. Selanjutnya, jasad sang kakek disemayamkan di pemakaman Hujun yang terletak di semenanjung Arab Makkah. Rasulullah selanjutnya diasuh oleh pamannya yaitu Abu Thalib. Ke manapun pergi, Abu thalib selalu menjaga dan membawa Nabi Muhammad SAW.
Penasaran seperti apa kisah masa kecil Nabi Muhammad SAW, dan ujian apa saja yang menimpa Rasulullah? Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Melansir laman YouTube Hanan Attaki (10/9/2021), berikut ini penjelasan mengenai kenapa masa kecil Nabi Muhammad SAW penuh dengan ujian.
"Kenapa kehidupan Nabi itu susah, salah satu hikmahnya adalah agar Nabi belajar menanggung beban. Allah sedang menyekolahkan Nabi dengan kurikulum dari langit. Itulah sebaik-baik sekolah", ungkap Ustadz Hanan Attaki.
"Apa itu sekolah langit? Kehendak Allah dalam kehidupan kita, itu adalah sekolah bagi kita. Jadi, sejak kita kecil, remaja, kemudian menjadi dewasa, menjadi tua, itu semua ada madrasahnya. Dari kecil kita dilahirkan di mana, oleh orang tua kita siapa, dalam lingkungan apa, kita sedang bersekolah. Kurikulumnya Allah", tambah Ustadz Hanan Attaki.
Dalam sekolah langit, ujiannya adalah dalam bentuk ujian kehidupan. Dalam sekolah ini, Allah SWT bukan akan memberikan kita ijazah yang berisi nilai, tapi ijazah dalam bentuk sifat, kematangan diri, pemikiran yang jenius, lurus, dan kritis. Jadi, ujian dan cobaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita merupakan bentuk latihan kita agar lebih kuat.
Ketika kita mendapatkan ujian dan cobaan dari Allah SWT, kita coba untuk membangun self awareness.
Baca Juga: Hadits tentang Maulid Nabi dan Puasa Sunah Senin
"Saya sedang sekolah sama Allah, saya sedang disuruh latihan sama Allah, untuk belajar kemampuan mengangkut beban", imbuh Ustadz Hanan Attaki.
"Terutama bagi para laki-laki. Fitrah kita adalah untuk menanggung beban. Semakin banyak beban yang diambil, semakin menjadi laki-laki sejati", Ustadz Hanan Attaki menambahkan.
Nabi Muhammad SAW dari kecil banyak mendapatkan ujian supaya memiliki kemampuan untuk menanggung beban. Nabi Muhammad SAW di masa kecilnya sedang disiapkan oleh Allah SWT untuk menanggung beban yang sangat berat, yaitu beban risalah yang membawa ajaran atau syariat baru. Misinya adalah untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan cahaya.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
5 Parfum Aroma Kasturi Paling Halus, Konon Wangi Favorit Nabi Muhammad
-
Habib Umar bin Hafidz Cucu Nabi Muhammad dari Garis Keturunan Siapa?
-
Baayun Maulid Banjarmasin: Tradisi Unik Rayakan Kelahiran Nabi yang Menyedot Ratusan Warga
-
8 Fakta Mengejutkan Tragedi Maulid Nabi di Ciomas, dari Teras Maut Hingga Jumlah Korban
-
Maulid Nabi Berakhir Duka: Mengenal Tradisi Warga Bogor yang Tercoreng Tragedi Runtuhnya Mushola
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025
-
Polri Kerahkan Pesawat CN295 dan Fokker 50 Kirim 6 Ton Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatera
-
Cak Imin Soal Konflik PBNU: Kita Prihatin, Saya Yakin Warga Nahdliyin Semuanya Merasa Sedih
-
Curhat di Depan Pemuda Lintas Iman, Cak Imin: Maklum, Saya Kalah Terus
-
Kemendagri Raih Predikat Istimewa Indeks Reformasi Hukum Kementerian/Lembaga dan Pemda 2025