- Komisi XII DPR RI akan segera membahas ketahanan energi nasional dan cadangan BBM karena kondisi penyimpanan saat ini terbatas.
- Kapasitas penyimpanan BBM Indonesia saat ini hanya mampu bertahan 21 hingga 25 hari, jauh dari standar internasional 60 hari.
- Pembahasan ini respons terhadap ketidakpastian geopolitik global, terutama konflik yang mengancam jalur suplai minyak di Selat Hormuz.
Suara.com - Komisi XII DPR RI berencana segera menggelar rapat kerja guna membahas kondisi ketahanan energi nasional, khususnya terkait cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini dinilai masih sangat terbatas.
Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi geopolitik global yang tidak menentu dan perlunya langkah antisipasi ketersediaan stok di dalam negeri. Terlebih adanya serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa kekinian kapasitas penyimpanan (storage) BBM Indonesia hanya mampu bertahan kurang dari satu bulan.
"Iya, kemarin kita juga sudah menyaksikan ya, Pak Menteri juga sudah menyampaikan bahwa arahan langsung dari Bapak Presiden itu storage (penyimpanan) kita nanti akan diperbesar. Memang sekarang storage kita itu hanya cukup untuk 21 sampai dengan 25 hari," ujar Putri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Putri menekankan pentingnya Indonesia mengejar standar internasional dalam hal cadangan energi. Menurutnya, kapasitas yang ada saat ini masih jauh dari kata ideal jika merujuk pada aturan dunia.
"Ya, kalau kita mengacu pada aturan internasional itu kan memang 60 hari. Nanti harapannya ke depan mudah-mudahan Indonesia bisa seperti itu," tegasnya.
Mengenai jadwal pembahasan di parlemen, Putri menjelaskan bahwa agenda rapat akan segera disusun begitu masa reses berakhir.
Komisi XII ingin memastikan rencana pembangunan infrastruktur penyimpanan energi, seperti yang sedang dijajaki di Provinsi Sumatera, dapat segera terealisasi demi swasembada energi.
"Kebetulan memang sekarang kan masa reses, sehingga para anggota masih di dapil (daerah pemilihan) masing-masing. Tapi nanti setelah dimulai masa persidangan, pasti akan segera diagendakan untuk membahas masalah ketahanan BBM ini," pungkasnya.
Baca Juga: Jalankan Instruksi Zulhas, Fraksi PAN DPR Gelar Aksi Sosial Selama Ramadan
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap alasan mengapa stok BBM nasional hanya berada di level 21 hari. Hal itu disebabkan kapasitas penyimpanan atau storage minyak nasional yang hanya mampu menampung cadangan untuk ketahanan maksimal selama 25 hari.
Hal ini diungkapkan di tengah kekhawatiran publik akan stok BBM nasional di tengah konflik di Teluk antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Akibat konflik itu pasokan minyak terhenti karena jalur utama perdagangan minyak di Selat Hormuz tak aman dilewati.
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang mengimpor minyak dari Teluk melalui Selat Hormuz. Bahlil mengatakan sekitar 19 persen kebutuhan minyak Indonesia atau sekitar 25,36 juta barel berasal dari Timur Tengah.
"Jangan salah persepsi. Memang sejak lama kemampuan storage kita tidak lebih dari 21-25 hari. Jadi standar nasionalnya minimal itu di 20-21 hari, maksimal 25 hari. Kami terakhir rapat sama Dewan Energi Nasional, dan Pertamina itu 22-23 hari," kata Bahlil kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Karena alasan tersebut, ketahanan minyak nasional tidak bisa berada di level lebih dari 25 hari.
Berita Terkait
-
Jalankan Instruksi Zulhas, Fraksi PAN DPR Gelar Aksi Sosial Selama Ramadan
-
APBN Jadi 'Bemper', Menko Airlangga: MBG Itu Investasi 1 Dolar Menghasilkan 7 Dolar
-
Stok BBM RI Tersedia Hanya 20 Hari Kedepan Imbas Konflik Timteng, Bahlil: Aman Sampai Lebaran!
-
Cadangan BBM Indonesia Tinggal Berapa Lama? Ini Dampaknya Jika Menipis
-
Update Harga BBM Hari Ini, Ada Kenaikan Imbas Perang AS-Iran?
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
The Strokes Telanjangi Dosa Amerika Serikat, Kecam Agresi AS-Israel ke Iran
-
Bibit Bom Waktu Harga Pangan Bakal Meroket Imbas Perang AS - Iran Dimulai dari Sini
-
Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir 22 April, Begini Analisis Pakar Hubungan Internasional
-
11 Ilmuwan Nuklir Tewas Misterius, DPR AS Bakal Periksa Kementerian Perang
-
Menteri PPPA Bongkar Data Mengejutkan Soal Ketimpangan Gender di Indonesia, Apa Saja?
-
Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai
-
Menghitung Efek Domino Perang Iran: Keuangan Rumah Tangga, Harga BBM hingga Cicilan KPR
-
Respons Pernyataan Cak Imin, Gus Ulil: Dari Dulu NU Dipimpin Ulama!
-
Megawati di Hari Kartini: Terus Ajarkan Semangat Perjuangan Agar RI Terbebas dari Ketidakadilan
-
Media Belanda Soroti Kenapa Hari Kartini Tak Dijadikan Hari Libur Nasional?