Suara.com - Reaksi pengantin wanita yang menerima hadiah test pack dari temannya menjadi viral. Bagaimana tidak, sang teman memberikan sejumlah test pack yang dirangkai seperti karangan bunga.
Momen ini dibagikan oleh akun TikTok @restianaaaaaaa. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 2,6 juta dan mendapatkan 154 ribu tanda suka.
"Prank teman kasih hadiah tespek kehamilan," tulis akun ini sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Selasa (26/10/2021).
Dalam video, teman ini mengakui hanya melakukan prank ke sahabatnya yang sedang menikah. Ia memberikan setidaknya 7 test pack kehamilan yang dirangkai dengan indah.
Hadiah test packyang terlihat jelas itu kemudian dibawa naik oleh teman ke pelaminan. Tanpa ragu-ragu, sang teman menyerahkan seperangkat alat test pack ke pengantin wanita.
Reaksi pengantin wanita sendiri tidak tampak senang. Ia terlihat memaksakan senyuman sambil memegang hadiah test pack dari temannya.
"Eh ternyata dia gak suka, auto gak enak," beber sang teman.
Ekspresinya juga terlihat kecewa meski berusaha menutupi dengan senyum kecutnya. Sementara itu, reaksi pengantin pria juga ikut disorot.
Pasalnya, pengantin pria terlihat melihat istrinya dengan tersenyum dan penuh simpati. Ia juga menatap teman pengantin wanita dengan canggung saat melihat hadiah tersebut.
Baca Juga: Demi Bantu Teman Ikut Kuliah Online, Mahasiswa NTT Patungan Beli HP
Aksi teman yang memberikan test pack itu sendiri langsung ramai dikomentari warganet. Mereka menuliskan beragam komentar teguran sampai hujatan mengenai hadiah itu.
Pasalnya, hadiah test pack saat pengantin sedang menikah dinilai tidak pantas.
"Berarti bukan teman deket banget," sahut warganet.
"Biasanya itu hal sensitif, karena mungkin dia takutnya gak bisa cepat hamil karena gak semua orang habis nikah hamilnya cepet gitu," komentar warganet.
"Tersinggung lah anjir, baru nikah udah dikasih test pack," tambah yang lain.
"Maksudnya buat seru-seruan ternyata salah. Jadi pelajaran aja ya tidak semua orang sepemikiran sama kita, apalagi hal yang nantinya bakal sensitif," tegur warganet.
Tag
Berita Terkait
-
Demi Bantu Teman Ikut Kuliah Online, Mahasiswa NTT Patungan Beli HP
-
Viral Video Mahasiswa Berkelahi di Kantin UIN Raden Intan Lampung, Warganet: Bikin Malu
-
Viral Wanita Ini Pesan Bakso Tak Biasa, Penjualnya Malah Nawarin Nasi
-
Viral Pernikahan Pengantin Diterjang Banjir, Kondisi Pelaminannya Menyedihkan
-
Ritual Buang Celana Dalam Viral di Medos, Rata-rata yang Dibuang Milik Perempuan
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional