Kalangan bisnis telah diperingatkan bahwa mereka kemungkinan akan tutup karena BBM langka. Para penyedia telekomunikasi mengatakan sejumlah menara pemancar sudah tidak bisa beroperasi.
"(Situasi) ini terburuk yang pernah saya lihat," kata seorang pengemudi ojek yang sedang menunggu penumpang di luar Port-au-Prince, saat ditanya tentang kelangkaan BBM.
Para pengojek mengikat wadah satu galon di sepeda motor mereka dengan harapan bisa mengisinya dengan bensin yang dijual di pasar gelap.
Harga segalon bensin di pinggir jalan bisa mencapai 20 dolar AS (sekitar Rp283.500), jauh lebih tinggi dibanding harga di SPBU yang hanya 2 dolar.
Pelaku bisnis angkutan menyerukan mogok untuk memprotes gelombang penculikan, yang telah membuat takut sopir truk dan pekerja angkutan umum.
Badan anak-anak PBB, UNICEF, pada Minggu mengatakan telah bernegosiasi untuk mengirim BBM ke rumah sakit namun pihak pemasok kemudian menolak dengan alasan keamanan.
Di sebuah pos polisi dekat Port-au-Prince, dua petugas tak bisa bertugas lantaran kehabisan BBM, kata seorang polisi yang tak mau disebutkan namanya.
"Sebagian besar kendaraan kami hanya terisi seperempat tangki," katanya. (Sumber: Antara/Reuters)
Baca Juga: Muncul Di Youtube, Pemimpin Geng Penculik 16 Misionaris AS Minta Tebusan Rp 240 Miliar
Berita Terkait
-
Muncul Di Youtube, Pemimpin Geng Penculik 16 Misionaris AS Minta Tebusan Rp 240 Miliar
-
Kelompok Penculik di Haiti Minta Uang Tebusan Rp 240 M kepada AS dan Kanada
-
Pemogokan Umum di Haiti Usai 17 Misionaris Diculik Geng Kriminal
-
Geng Mawozo Disebut Jadi Dalang Pelaku Penculikan 17 Misionaris AS di Haiti
-
Ngeri! 17 Misionaris AS dan Keluarganya Diculik di Haiti
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik