Suara.com - Seorang remaja laki-laki umur 14 tahun dari Queensland, Australia, selamat dari sambaran petir Jumat lalu berkatsol karet tebal di sepatunya.
Menyadur News 18 Kamis (28/10/2021) remaja bernama Talyn Rose ini terlempar ke tanah dan langsung mati rasa setelah disambar petir di luar SMA Negeri Robina.
Menurut Daily Mail, Talyn sedang berjalan ke sekolahnya ketika petir tiba-tiba memantul dari tiang logam dan menabraknya.
Pada 7NEWS, ibu Talyn, Michelle Nimmo berkata sol karet tebal di sepatu anaknya menyelamatkan hidupnya dengan menyerap sebagian besar arus.
Michelle mengingat bahwa badai petir terjadi sepanjang pagi ketika dia mengantar Talyn ke sekolah. Setelah kejadian tersebut, Michelle menerima telepon dari staf sekolah yang memberitahukan tentang anaknya.
Seorang ayah yang sedang berada di sekolah menyaksikan kejadian itu dan berlari membantu Talyn dengan membawanya ke tempat yang aman.
Saat Michelle sampai di sekolah, Talyn sudah mulai pulih tapi masih dirawat di rumah sakit untuk memeriksakan tanda-tanda vitalnya.
Setelah anak laki-laki itu sadar, dia menceritakan pada ibunya dan mengatakan hampir tidak bisa merasakan atau mendengar apa pun selama satu menit penuh.
Michelle mengatakan putranya sangat beruntung masih hidup. Staf rumah sakit juga menjuluki putranya sebagai "anak petir".
Baca Juga: Atap Masjid di Kota Malang Hancur Disambar Petir
Sementara itu, hanya ada bekas luka di bahu dan kaki Talyn yang membutuhkan waktu paling lama tiga hari untuk benar-benar memudar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum