Suara.com - Perdana Menteri India, Narendra Modi dalam KTT Cop26 di Glasgow berjanji India akan memenuhi target emisi nol karbon pada 2070 dengan lima janji utama tentang bagaimana India akan melakukan dekarbonisasi selama beberapa dekade mendatang.
Mengutip The Guardian, Selasa (2/11/2021), India adalah penghasil karbon dioksida terbesar ketiga di dunia setelah AS dan China. Pengumuman yang disampaikan oleh Modi menandai salah satu momen paling signifikan dari hari pembukaan KTT.
Modi membuat komitmen jangka pendek untuk target tahun 2030 yakni menjanjikan 50 persen listrik di India dihasilkan oleh energi terbarukan, meningkatkan kapasitas energi non-fosil menjadi 500GW, dan mengurangi emisi karbon yang diproyeksikan sebesar 1 miliar ton antara sekarang dan 2030.
Pada 2030, Modi juga berkomitmen untuk pengurangan 45 persen intensitas karbon dari kegiatan perekonomian.
Sebuah laporan baru-baru ini yang dikeluarkan oleh Dewan Energi, Lingkungan dan Air (CEEW) di Delhi mengajukan tahun 2070 hingga 2080 sebagai peta jalan paling realistis India untuk mencapai netralitas karbon.
Saat ini, 70 persen dari seluruh daya di India dihasilkan oleh batu bara. Walaupun India merupakan salah satu produsen energi surya termurah di dunia, masih belum ada teknologi yang tersedia untuk mengintegrasikannya ke dalam jaringan energi dalam skala besar.
Kemajuan dalam teknologi dan penyimpanan hidrogen juga akan diperlukan untuk membantu sektor industri India menghentikan penggunaan batu bara. Menurut para ahli, hal tersebut yang tidak mungkin terjadi hingga sekitar tahun 2040.
India sudah menanggung konsekuensi keras dari kerusakan iklim yang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Jutaan orang India terkena gelombang panas yang parah dan kekurangan air. India juga mengalami peristiwa hasil cuaca ekstrem seperti banjir dan erosi pantai. (Jacinta Aura Maharani)
Baca Juga: Di KTT COP26 Glasgow, Presiden Joko Widodo Sebut Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Donor Darah Bareng Bank Jakarta dan PMI, Stok Darah DKI Didorong Tetap Aman
-
KPK Percepat Kasus Korupsi Haji, 2 Tersangka Swasta Segera Diperiksa
-
Respons PBB Usai Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Desak Israel Hentikan Serangan
-
UU PPRT Resmi Disahkan, Migrant Watch Peringatkan Risiko Eksploitasi Jika Tanpa Upah Minimum
-
7 RW di Kemayoran Ogah Ikut Musrenbang, Rano Karno Ungkap Biang Masalah 35 Tahun
-
31.000 Rumah Terdampak Bencana Terima Dana Stimulan Perbaikan Hunian
-
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional
-
Ribuan Pelari Ramaikan Adhyaksa International Run 2026, BNI Dukung Sport Tourism di Bali
-
Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz