- Menko PM, Muhaimin Iskandar, menyatakan status bencana alam di Sumatera berpotensi ditingkatkan menjadi Bencana Nasional.
- Keputusan peningkatan status bencana tersebut menunggu kajian teknis akhir dari instansi terkait seperti BNPB.
- Pemerintah terus bergerak melakukan tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi di lokasi terdampak bencana.
Suara.com - Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menanggapi rentetan bencana alam yang melanda wilayah Sumatera belakangan ini.
Melihat eskalasi dan dampaknya, Cak Imin menyebut tidak menutup kemungkinan status bencana tersebut ditingkatkan menjadi Bencana Nasional.
Saat ditanya awak media mengenai peluang penetapan status Bencana Nasional, Cak Imin menyatakan bahwa opsi tersebut terbuka.
"Ya mungkin, mungkin saja (jadi Bencana Nasional)," ujar Cak Imin ditemui di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (29/11/2025).
Namun, ia menjelaskan bahwa keputusan penetapan status tersebut masih menunggu kajian teknis dari instansi terkait.
Penilaian akhir akan ditentukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta kementerian di bawah koordinasi pembangunan manusia dan kebudayaan.
"Kita tunggu. Nanti yang menentukan adalah kementerian-kementerian semacam BNPB," jelasnya.
Di sisi lain, Cak Imin memastikan pemerintah tidak tinggal diam menunggu status administrasi. Ia menegaskan bahwa kementerian-kementerian di bawah koordinasinya telah bergerak melakukan tanggap darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi.
"Kami terus bergerak. Kemarin saya instruksikan jajaran kementerian untuk mempercepat koordinasi penanganan," tegasnya.
Baca Juga: Lulusan SMK Tahun Berapa Pun Bisa Ikut Program Kerja ke Luar Negeri, Bagaimana Cara Daftarnya?
Terkait akses penyaluran bantuan ke lokasi terdampak yang sempat terputus, Cak Imin memastikan pemerintah menempuh segala cara untuk menjangkau korban, baik melalui jalur darat maupun udara.
"Semua, lewat darat, udara, kita tempuh semua," katanya.
Lebih lanjut, Ketua Umum PKB ini menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang terjadi terus-menerus di berbagai wilayah tanah air.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergotong-royong membantu para korban.
"Kami sangat bersedih dan berduka. Mari kita bahu-membahu, gotong-royong, dan semua pihak untuk terus membantu," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Cak Imin Soal Konflik PBNU: Kita Prihatin, Saya Yakin Warga Nahdliyin Semuanya Merasa Sedih
-
Curhat di Depan Pemuda Lintas Iman, Cak Imin: Maklum, Saya Kalah Terus
-
Lulusan SMK Tahun Berapa Pun Bisa Ikut Program Kerja ke Luar Negeri, Bagaimana Cara Daftarnya?
-
Mau Kirim 500 Ribu Pekerja ke Luar Negeri, Pemerintah Siapkan Anggaran hingga Rp25 T, Buat Apa Saja?
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku
-
Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya
-
10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
-
KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina
-
Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media