Suara.com - Wakil Presiden Maruf Amin mengklaim penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia masuk dalam kategori terbaik di dunia sehingga kasus penularan menjadi landai.
“Kita alhamdulillah termasuk yang terbaik, yang di dunia kita dianggap sudah kuning, sudah hampir hijau. Ini berkat kerja sama dan upaya sungguh-sungguh,” kata Maruf dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-7 Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur di Grand Ballroom Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, Selasa (2/11/2021).
Wapres mengapresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang berperan dalam penanggulangan kasus Covid-19.
Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan melainkan juga di bidang sosial dan ekonomi sehingga peran seluruh kalangan masyarakat diperlukan dalam penanganannya.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, gubernur, jajaran masyarakat, tokoh masyarakat, dan ulama yang terus berjuang untuk mengendalikan Covid-19,” tambahnya.
Wapres mengingatkan kepada seluruh jajaran pemerintah, pemda, dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga.
Di sejumlah negara maju mengalami kenaikan kasus penularan Covid-19 karena mengabaikan protokol kesehatan.
“Kita tidak boleh berpuas diri, tetap waspada, karena banyak negara-negara lain yang tadinya sudah melandai tetapi terus menjadi naik kembali. Di Eropa sampai ada yang 23 persen, bahkan 43 persen,” kata Maruf.
Maruf berharap kondisi penularan Covid-19 di Indonesia saat ini dapat terus dipertahankan dan ditekan tanpa harus mengalami gelombang ketiga. (Antara)
Baca Juga: 3 Hari Terakhir Kasus Covid-19 di PPU Terus Bertambah, Warga Diimbau Waspada
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Wanti-wanti PDIP Usai Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS: Jangan Korbankan UMKM
-
Para Menteri, BPJS, BPS Duduk Bersama Bahas Transisi PBI
-
Gugatan 57 Mantan Pegawai KPK Dikabulkan KIP, Hasil TWK Harus Diungkap ke Publik
-
Skandal Dana Raib Rp90 Miliar: Mediasi Buntu, Mirae Asset Justru Salahkan Nasabah Bocorkan Password?
-
7 Fakta Tragis NS di Sukabumi: Remaja 12 Tahun Meninggal Diduga Korban Kekerasan Ibu Tiri
-
Busyro Muqoddas Ingatkan Bahaya Kriminalisasi Aktivis, Soroti Pola Lama Penegakan Hukum
-
Saraswati Fellowship Wisuda Angkatan Pertama: 30 Perempuan Siap Jadi Pemimpin Masa Depan
-
Terkait Rencana Borong 105 Ribu Mobil dari India, KPK Langsung Wanti-wanti Hal Ini!
-
Profil Bripda Muhammad Rio: Eks Brimob Polda Aceh yang Membelot Jadi Tentara Rusia
-
KPK Soroti Pengadaan 105 Ribu Mobil India Mahindra oleh Agrinas: Waspada Praktik Pengondisian