Suara.com - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) meminjam dana Rp 2,8 triliun kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Uang tersebut rencananya bakal dipakai untuk pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta Riyadi. Pihak Pemprov bersama DPRD DKI Jakarta pun sedang membahas mengenai hal ini.
"Pinjaman Rp 2,8 triliun untuk ITF Sunter," ujar Riyadi saat dikonfirmasi, Kamis (4/10/2021).
Nantinya, peminjaman uang akan diajukan oleh Pemprov DKI kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Selain itu, peminjaman ini juga akan disertai bunga dan tanggal jatuh tempo yang belum ditentukan.
Meski mengajukan ke PT SMI, utang pembangunan ITF Sunter ini tak termasuk dalam dana pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang diberikan pemerintah daerah selama pandemi Covid-19.
"Iya (ada bunga), tapi saya kira enggak terlalu besar. Belum tahu angkanya karena itu tergantung dari PT SMI-nya," jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto berharap peminjaman uang ini bisa menjadi jalan keluar masalah pendanaan untuk membangun ITF Sunter. Apalagi ITF merupakan salah satu janji Gubernur Anies Baswedan sebelum masa jabatannya habis tahun 2022.
"Memang ITF ini menjadi bagian dari janjinya Pak Gubernur. Paling tidak, sudah harus ada progres. Ke depannya bisa kita lebih percepat lagi. Targetnya pertengahan tahun depan mulai konstruksi," ungkap Asep.
Pemprov DKI rencananya akan membangun empat ITF yang juga dikerjakan Perumda Sarana Jaya. Ditargetkan, ITF sudah mulai melakukan konstruksi pada pertengahan tahun 2022 atau sebelum masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berakhir.
Baca Juga: Baru Diresmikan, Penyewaan Lapangan Latih JIS untuk November Sudah Full Book
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Daftar Pengusaha Rokok Dibidik KPK di Kasus Bea Cukai, dari Haji Her hingga Rokhmawan
-
Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS
-
Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?
-
Menhaj Pastikan Wacana War Tiket Haji Tak Hapus Antrean Jemaah Lama
-
DPR Minta Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Diproses Tegas Sesuai Aturan
-
Dino Patti Djalal: RI Perlu Belajar dari Pakistan, Berani Kritik AS dan Tegakkan Prinsip
-
Bukan Sekadar Melintas, Pesawat Militer AS Dikhawatirkan 'Scanning' Data Rahasia Indonesia
-
Usai Diperiksa KPK, Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK ke Polda Metro Jaya
-
Heboh Kasus Pelecehan FH UI, Sosiolog Bongkar Bahaya Maskulinitas Toksik di Kampus
-
Mengenal Gajah Juanda, Saat Trotoar Bogor Menjadi Arena 'Skakmat' di Tengah Deru Kota