Suara.com - Di jejaring sosial selalu muncul cerita-cerita baru tentang tetangga atau teman kos. Salah satunya datang dari seorang cewek yang mengeluhkan seorang penghuni kos semasa kuliah.
Berbagi cerita secara anonim di akun Twitter @SeputarTetangga, cewek itu mengaku bertemu dengan teman kosnya saat sama-sama berada di Malang, Jawa Timur.
Secara keseluruhan teman-teman kos cewek ini sebenarnya sangat baik. Tapi ada satu orang yang diklaim memiliki kebiasaan jorok selama menghuni kos tersebut.
"Min, jadi pengen cerita juga soal temen kosan. Jadi dulu aku pernah kos di kota Malang pas jaman kuliah. Kosannya bersih dan bagus dan penghuninya juga ramah-ramah," cerita cewek itu.
"Tapi ada satu mbak kos yang naudzubillah joroknya minta ampun, sebut saja itu mbak A," lanjut cewek itu dalam cerita yang ditulis olehnya.
Kedapatan menyimpan barang jorok di kamar
Cewek ini lalu menceritakan beberapa kebiasaan jorok yang pernah dilakukan oleh teman kosnya. Mulai dari membiarkan rendaman cucian hingga terbiasa tidak langsung mengangkat jemuran.
"Ternyata eh ternyata, rendeman itu milik mbak A yang udah seminggu didiemin aja. Pantesan banyak serangga kecil-kecil nempel di bajunya, jijik banget," tulis cewek itu lagi.
"Baju-baju kering mbak A juga suka nyantol di jemuran enggak diangkat selama berhari-hari sampe kalo mau nyuci jadi kesel sendiri karena jemuran penuh baju mbak A," lanjutnya.
Baca Juga: Heboh Anak Gadis di Ciamis Hilang, Kades: Ternyata Tidur di Kos-kosan
Selain itu, cewek ini juga pernah sampai hampir muntah ketika mendengar cerita teman sekamar mbak A. Ternyata anak kos yang satu ini pernah kedapatan menyimpan pembalut bekas.
"Kejadian kedua dialami sama temen sekamar mbak A. Jadi pas itu temen sekamarnya lagi bersih-bersih kamar karena kamar jorok parah karena barang mbak A berantakan di mana-mana," imbuhnya.
"Terus min, masa temennya ini nemu pembalut bekas pake dong diselipan barang-barangnya. Sumpah aku diceritain ini sampe mau muntah. Alhasil temenannya marah-marah dan minta mbak A beresin semuanya," kata dia lagi.
Lebih lanjut, cewek itu juga menyebutkan kalau teman kosnya hobi menyanyi dengan suara keras. Kebiasaan itu cukup mengganggu penghuni lain yang sedang belajar.
Penghuni kos tersebut akhirnya keluar saat masa sewanya masih belum selesai. Tapi saat itu dia sempat membuat kesal lantaran tak membersihkan barang ketika keluar.
Komentar warganet
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'