Suara.com - PDI Perjuangan menganggap pelaksanaan Pilpres 2024 masih jauh. Karena itu hingga kini, PDIP belum juga menunjuk siapa tokoh yang ingin mereka calonkan sebagai presiden.
Diketahui, sebagai partai pemenang Pemilu 2019 dengan suara yang diperoleh, PDIP memiliki hak untuk mengusung capresnya sendiri walau tanpa koalisi.
"Lho wong pemilihan presidennya masih jauh sekali," kata politikus PDIP, Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Jumat (12/11/2019).
Menurut Hendrawan saat ini situasi politik memang sengaja dibuat ramai dengan pencapresan. Hal itu kata dia untuk menghidupkan industi politik.
"Karena ada industri yang akan rugi kalau tidak ramai. Jadi itu sebabnya jangan terlalu menari di gendang lawan. Jadi kita tenang-tenang saja. Semakin tenang kita, semakin kita disegani," ujarnya.
Hendrawan sebelumnya, menanggapi keinginan Partai Golkar menggandeng Ganjar Pranowo untuk diduetkan dengan Airlangga Hartarto pada Pilpres 2024. Ia menganggap hal itu hanya cek ombak semata. Sebabnya, pernyataan itu tidak keluar langsung dari mulut Ketua Umum partai berlambang pohon beringin, Airlangga, melainkan disampaikan Waketum Nurdin Halid.
"Nah itu kalau yang bicara ketua umum itu karena ketua umum simbol dari partai maka pernyataan itu kredibel. Tapi kalau yang bukan ketua umum, ranting-ranting maka itu hanya berisik saja, hanya test the water hanya cek ombak saja, hanya membuat pasar politik jadi semakin seru," kata Hendrawan kepada wartawan, Jumat (12/11/2021).
Menurut Hendrawan yang seharusnya diperhatikan adalah ketua umum. Karena sikap ketua umum mencerminkan langkah partai yang ia pimpin. Karena itu, ia tidak menanggapi jauh apa yang dinyatakan Nurdin Halid terkait Ganjar.
"Karena pernyataan ketua umum sedikut banyak mengikat, kredibel dan kemudian mepresentasikan partai. Kalau yang lain-lain itu hanya kanan yang gemerincing," ujarnya.
Baca Juga: Mau Duetkan Ganjar dengan Airlangga di Pilpres 2024, PDIP Sebut Golkar Cuma Tes Ombak
Golkar Buka Peluang Gandeng Ganjar
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid berbicara kemungkinan Golkar menggandeng Ganjar Pranowo untuk dipasangkan dengan Ketua Umum Airlangga Hartarto pada Pilpres 2024.
Kemungkinan itu bisa saja terjadi apabila memang aspirasi relawan untuk mengusung Ganjar tidak disambut oleh PDI Perjuangan.
Adapun potensi Golkar menggandeng Ganjar disampaikan Nurdin dalam diskusi di Kompleks Parlemen. Dalam diskusi yang sama, hadir pula Mazdjo Pray selaku Ketua Umum Ganjarist, kelompok relawan pengusung Ganjar 2024.
"Jadi adinda Mazdjo jangan khawatir kalau misal Ganjar tidak dapat tempat di partainya ada Golkar terbuka," kata Nurdin, Kamis (11/11/2021).
Nantinya apakah Ganjar akan menjadi cawapres dari Airlangga atau sebaliknya, hal itu bisa dibicarakan.
Berita Terkait
-
Mau Duetkan Ganjar dengan Airlangga di Pilpres 2024, PDIP Sebut Golkar Cuma Tes Ombak
-
Kenneth PDIP Soal Anies Kondangan saat Jakarta Banjir: Tak Pantas, Seperti Tak Ada Empati
-
Kornas Ganjarist: Jika PDIP Tak Dukung Ganjar Pranowo, Ada Partai Lain
-
Tak Masalah Menteri Ingin Nyapres dan Tebar Pesona, PDIP: Asal Tak Pakai Fasilitas Negara
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi
-
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Bertentangan dengan Putusan MK dan Semangat Reformasi
-
KPK Segera Periksa Eks Menag Yaqut dan Stafsusnya Terkait Korupsi Kuota Haji
-
Diperiksa 10 Jam, Petinggi PWNU Jakarta Bungkam Usai Dicecar KPK soal Korupsi Kuota Haji
-
KPK Periksa Petinggi PWNU Jakarta, Dalami Peran Biro Travel di Kasus Korupsi Haji
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Kunjungan Eggi Sudjana ke Solo 'Bentuk Penyerahan Diri'
-
PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah