News / internasional
Reza Gunadha | Rima Suliastini
Ilustrasi lockdown. (Pixabay)

Suara.com - Kanselir Austria Alexander Schallenberg pada hari Kamis mengancam akan melakukan lockdown khusus bagi warganya yang tak bersedia divaksinasi.

Menyadur Euro News Jumat (12/11/2021) ancaman itu datang ketika angka kasus Covid-19 baru di negara itu melonjak.

Provinsi yang terkena dampak terburuk di negara itu mengatakan berencana mengambil langkah tegas itu mulai minggu depan.

Austria telah mengambil serangkaian tindakan dalam beberapa pekan terakhir untuk menekan penyebaran COVID-19 dan mendorong lebih banyak orang untuk divaksinasi.

Baca Juga: DPR: Pemerintah Harus Fokus Produksi Vaksin Merah Putih

Pada hari Senin, aturan baru mulai berlaku dengan melarang orang yang tidak divaksinasi mengakses restoran, hotel, salon tata rambut dan acara publik besar.

Ilustrasi lockdown (Unsplash/Matt Seymour)

Akhir bulan lalu, Alexander Schallenberg mengatakan warga yang tidak divaksinasi di Austria dapat menghadapi pembatasan penguncian baru jika jumlah infeksi terus meningkat.

Pada hari Kamis, angka resmi menunjukkan 760,6 kasus baru yang dilaporkan per 100.000 penduduk selama tujuh hari sebelumnya - tiga kali lipat dari negara tetangga Jerman.

Selama kunjungan Kamis ke Bregenz di Austria barat, Schallenberg mengatakan penguncian untuk yang tidak divaksinasi "tidak dapat dihindari".

Ia juga mengatakan warganya yang tidak divaksinasi akan menghadapi musim dingin dan Natal yang "tidak nyaman", lapor Austria Press Agency.

Baca Juga: Hari Pneumonia Sedunia: Mudah Terpapar, Lansia Sangat Dianjurkan Segera Vaksin Pneumonia

“Saya tidak mengerti mengapa dua pertiga harus kehilangan kebebasan mereka karena sepertiganya ragu-ragu. Bagi saya, jelas bahwa tidak boleh ada penguncian untuk yang divaksinasi karena solidaritas untuk yang tidak divaksinasi.”

Provinsi Austria Atas, wilayah yang paling parah terkena dampak di negara itu mengatakan akan memimpin program.

Komentar