Suara.com - Wakil Presiden Maruf Amin meminta Pemerintah Provinsi Aceh meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan varian baru Covid-19, yakni Delta AY.4.2 atau Delta Plus. Sebab varian baru tersebut sudah terdeteksi masuk ke Malaysia dan Singapura.
"Dengan adanya varian baru, bahkan sudah sampai ke Malaysia dan Singapura, ini sudah dekat dengan Aceh. Oleh karena itu, ini harus diwaspadai," kata Maruf Amin saat memimpin rapat di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (16/11/2021).
Maruf mengimbau seluruh masyarakat Aceh untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan serta mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Ia menyayangkan capaian vaksinasi Aceh yang termasuk rendah di Indonesia.
"Aceh termasuk salah satu provinsi yang tingkat vaksinasinya masih rendah dari tujuh provinsi. Memang ini harus didorong betul. Penerapan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi secara masif merupakan bagian daripada upaya pengendalian kita," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Provinsi Aceh tercatat masih rendah. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto pada hari Senin (25/10) menyebutkan empat provinsi yang tercatat rendah tersebut ialah Aceh, Sumatera Barat, Sulawesi Barat, dan Papua.
"Bapak Presiden memberi catatan khusus untuk Papua, Aceh, Sumatera Barat, dan Sulawesi Barat untuk terus ditingkatkan karena mereka terendah di level 24—33 persen," kata Airlangga dalam keterangannya.
Terkait dengan varian baru virus corona Delta AY.4.2. atau Delta Plus di Malaysia, Kementerian Kesehatan Malaysia mengonfirmasi dua kasus tersebut pada 6 November 2021.
Kedua kasus infeksi tersebut ditemukan pada dua pelajar Malaysia yang baru kembali dari Inggris. Inggris termasuk salah satu negara yang mendominasi penularan virus tersebut hingga 96 persen dari total infeksi di berbagai negara di dunia.
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO) menyatakan varian Delta Plus tersebut telah terdeteksi di 42 negara, antara lain Inggris, India, Israel, Amerika Serikat, dan Rusia. (Antara)
Baca Juga: Hasil Mutasi Virus Corona Tak Selalu lebih Ganas, Pakar UGM: Tetap Perkuat Prokes
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pemkot Kendari Wajibkan ASN Setor Sampah Tiap Hari Jumat
-
6 Penyebab Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Menyala, Cek Dulu Komponen Ini sebelum Beli Baru
-
Makin ke Sini Makin Banyak Istilah Baru, Memangnya Kita Paham Konteksnya?
-
Serangan Gajah di Bengkalis Lukai Warga, Seorang Meninggal usai Kelelahan Berjaga
-
5 Temuan Kasus Febrie Adriansyah: Beraksi 8 Tahun, Kumpulkan 'Harta' Luar Biasa
-
Carmen Hearts2Hearts Cetak Sejarah, Bawa Nama Indonesia di KWDA 2026
-
Pedagang Tewas Dikeroyok Brutal Pakai Bambu, Dugaan Keterlibatan 'Ormas' menguat
-
Asapi Lawan di Sprint Race Aragon, Marc Marquez Jaga Asa Juara MotoGP 2026
-
5 Cara Cek Karhutla Lewat HP, Pantau Hotspot hingga Sebaran Asap
-
Adu Nyali di Sirkuit Gery Mang Subang! Kejurnas MotoPrix 2026 Siap Lahirkan Pembalap Masa Depan