Suara.com - Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus terorisme, tim pengacara dan keluarga disebut tak mengetahui keberadaan Ustaz Ahmad Farid Okbah, Ustaz Anung Al Hamat, dan Ahmad Zain An Najah. Hal itu disampaikan pengacara Ahmad Farid Okbah, Ismar Syarifuddin
Ismar mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan berbagai usaha hingga mendatangi rumah tahanan Mabes Polri untuk bisa menjenguk para tersangka yang kabarnya mendekam di sana. Namun, dia mengklaim ketiga tersangka tidak bisa ditemui.
"Kami sudah hadir tanggal 18 November kami sudah hadir ke Mabes Polri ke Bareskrim maupun ke Densus 88 maupun Penmas. Semuanya tidak ada di sana (rutan Mabes Polri), belum kami temukan," kata Ismar dalam konferensi persnya di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (23/11/2021).
Tak sampai disitu, Ismar juga mengaku sempat menanyakan keberadaan para tersangka kepada Kepala Densus 88 Antiteror Polri. Setelah itu baru lah ada titik terang, para penyidik kemudian mendatangi kediaman masing-masing para tersangka dan hanya menunjukkan video keadaan tersangka.
"Alhamdulillah malamnya ada tindakan bahwa tanggal 19 November hari Jumat, penyidik datang ke kediaman-kediaman masing-masing tersangka kepada istri-istri. Beliau menyerahkan surat penangkapan kemudian bahwa diperlihatkan video bahwa beliau sehat-sehat saja. Kami menyampaikan terima kasih kepada penyidik," ungkapnya.
Ismar menyampaikan, pihak keluarga dan pengacara kembali menanyakan keberadaan para tersangka. Namun, lagi-lagi Ismar mengklaim tak mendapat jawaban yang jelas.
Pihak keluarga akhirnya hanya diberikan fasilitas untuk berkomunikasi melalui video call.
"Kembali menanyakan di mana beliau. Beliau tidak dapat menyelesaikan persoalan itu. Tetapi membantu untuk berusaha melakukan kontak difasilitasi video call terduga dengan keluarga," tuturnya.
"Alhamdulillah, kemarin Senin sekitar jam 13.00, mereka sudah ada dipertemukan melalui video call. Dan semua alhamdulillah sehat-sehat aja dan menyampaikan optimisme beliau bahwa beliau tidak salah," sambungnya.
Baca Juga: Mengerikan! Jamaah Islamiyah Disebut Sudah Menyebar ke Seluruh Lini Masyarakat
Lebih lanjut, Ismar juga mengungkapkan, pihak keluarga juga sempat merasa mendapatkan perlakuan intimidasi. Hal itu terjadi kala pihak keluarga mendatangi Mabes Polri tanggal 19.
Ismar mengklaim, intimidasi itu didapat ketika pihak keluarga tiba-tiba ditelepon oleh orang mengaku sebagai penyidik.
"Kalau masalah intimidasi itu kurang lebih itu pada saat kita ke Mabes Polri. Kita pada saat itu menunggu salat dzuhur menunggu untuk ke Bareskrim karena teman-teman wartawan juga di sana, tiba-tiba ada telepon kepada salah satu istri terduga. Ketika itu beliau menyampaikan ke saya pak ini ada telepon tadi ngaku dari penyidik sana," tuturnya.
Ismar mengatakan, pihak akan melaporkan anggota Polri yang diduga melakukan intimidasi ini ke Divisi Propam Polri.
"Kami akan melakukan laporan polisi adanya dugaan seorang yang mengaku penyidik melakukan intimidasi terhadap salah satu keluarga tersangka. Itu banyak yang jadi saksi. Kita ada rekaman. Bagaimana telah memperngaruhi mencoba untuk membujuk dan mendikit menekan bahwa kalau dibantu maka harus harus mengganti lawyer dan jangan melakukan melalui media. Itu ada hal-hal seperti itu," tandasnya.
Resmi Tersangka
Tag
Berita Terkait
-
Minta MUI Tak Dikaitkan Kasus Teroris, Mahfud Singgung Media Ungkap Identitas Ahmad Zain
-
Bantah Tampung Teroris JI, PDRI Ancam Laporkan Kalangan Anggota Polri: Ini Suatu Fitnah!
-
Didesak Bubar karena Disusupi Kelompok Teroris, PB HMI Pasang Badan Bela MUI
-
Mahfud MD Bicara Soal Terduga Teroris, Aparat Keamanan dan MUI
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Kasus Daycare Little Aresha: Polisi Dalami Dugaan Pemberian Obat Penenang dan Kekerasan Seksual!
-
Berteman dengan George W Bush, Megawati Cerita saat Menolak Serangan AS Terhadap Irak
-
Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
10 Tahun Memprihatinkan, Prajurit TNI Kodim 0623 Cilegon dan Warga Perbaiki Musala di Langon
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik
-
KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya