"Pas landing itu, saya buru-burulah, terobos, kesenggollah emaknya Abang Arteria. Namanya orangtua mungkin dia tersinggung dan sebagainya," kata Hasan menirukan ucapan Anggiat.
Terjadilah cekcok ketika mereka hendak mengambil barang, peristiwanya seperti yang terekam video yang viral di media sosial.
Ketika bertemu Hasan, Anggiat merasa tidak pernah menyebut sebagai "anak jenderal" di bandara. Anggiat mengatakan ketika itu mengaku sebagai istri prajurit TNI berpangkat letnan satu.
"Mungkin ketika di situ terjadi perselisihan itu, ya mungkin nah di situ ada protokol. Nah mungkin protokol entah ngomongnya gimana, terdengar jenderal itu, itulah yang dikejar Arteri," katanya.
Hasan berharap perseteruan tersebut dapat segera diselesaikan dengan kekeluargaan.
Anggiat diminta Hasan meminta maaf dan mencium tangan ibu dari Arteria.
"Saya telpon Arteria. Masa aku nggak maafin orang, saya pasti maafin, tapi cabutlah tuh (laporan ke polisi). Kalau ada itikad baik dia (kata Arteria)," katanya.
Perkembangan terbaru
Sejumlah media sore ini melaporkan Anggiat sudah mencabut laporan dari kantor polisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sebagaimana yang diinginkan oleh Arteria.
Baca Juga: Stres Gara-gara Senggol Ibu Arteria, Wanita 'Anak Jenderal' Nangis-nangis hingga Pingsan
"Cabut laporan sudah. Jadi semua masyarakat tahu hal-hal ini nggak perlu dibawa ke ranah hukum," kata pengacara Anggiat, Clanse Pakpahan, di Polres Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Anggiat, kata Clanse, telah berkomunikasi dengan keluarga Arteria Dahlan dengan difasilitasi Hasan Husaeri.
Usai mencabut laporan, Anggiat akan bertemu ibu dari Arteria. "Mudah-mudahan pertemuan secara langsung besok, siapa tahu bisa ketemu langsung sama ibunda Arteria Dahlan."
Sejauh ini belum diketahui apakah setelah Anggiat mencabut laporan, Arteria juga akan melakukan hal yang sama.
Baik Anggiat dan Arteria ketika itu membuat laporan dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Bandara Internasional Soekarno-Hatta Inspektur Polisi Satu Prayogo, Senin (22/11/2021), berkata "semua saling melaporkan tapi kita upayakan untuk mediasi."
Keluarga besar Anggiat berharap masalah dengan Arteria tidak perlu dibesar-besarkan dan segera tuntas.
"Saya minta maaf atas kekhilafan atas kegaduhan yang ada, saya minta maaf, terutama ke keluarganya Pak Arteria Dahlan," kata Anggiat. [rangkuman laporan Suara.com]
Berita Terkait
-
Ini Deretan Kontroversi Arteria Dahlan, Terbaru Foto Bersama di Jalur Maut Sitinjau Lauik
-
Komisarisnya Narsis di Sitinjau Lauik, Ini Profil BUMN Pusri Palembang
-
Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!
-
Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit
-
Arteria Dahlan Digoda Pindah ke Golkar: Jawaban Telak Hanya untuk Puan Maharani!
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
Pesan 'Bunda' untuk Siswa di Hari Pertama MPLS 2026: Saling Jaga Teman, Jangan Ada Lagi Perundungan
-
Anak Korban Kekerasan Seksual 27 Pria di Sampang Butuh Pemulihan, Bukan Sekadar Hukuman Pelaku
-
Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik, Mengapa DPR Menolak APBN Menanggung Ongkos Jemaah?
-
IRGC Iran: Operasi Pembalasan ke Amerika Akan Terus Berlanjut
-
Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
-
Daftar Gempuran AS ke Iran Terbaru karena Ngamuk Selat Hormuz Kembali Ditutup
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Ranjau Politis dan Perang Proksi: Sisi Gelap di Balik Pengalihan Kasus Febrie dari Polri ke Kejagung