- Dua anggota Satlantas Polres Solok Kota diperiksa Propam karena mengawal rombongan Arteria Dahlan yang berhenti berfoto di Sitinjau Lauik.
- Aksi berhenti di jalur berbahaya tersebut memicu kemacetan dan dinilai mengabaikan aspek keselamatan lalu lintas bagi pengendara lain.
- IPW mendesak atasan yang memberikan izin pengawalan tersebut turut diperiksa untuk menindaklanjuti dugaan kelalaian prosedur pengawalan pejabat publik.
Suara.com - Insiden viral yang melibatkan politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, saat menyambangi jalur legendaris Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat, berbuntut panjang.
Bukan soal kunjungannya, melainkan aksi rombongan yang nekat berhenti untuk berfoto di tikungan ekstrem tersebut kini memicu sanksi tegas.
Dua anggota Satlantas dari Polres Solok Kota yang melakukan pengawalan (Patwal) terhadap rombongan Arteria kini harus berhadapan dengan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam). Keduanya diperiksa intensif setelah dianggap lalai dalam menjaga keselamatan lalu lintas demi kepentingan dokumentasi pribadi sang politisi.
Aksi tersebut dinilai kontroversial dan membahayakan. Pasalnya, Sitinjau Lauik dikenal sebagai salah satu jalur paling maut di Indonesia dengan tanjakan tajam dan kelokan maut yang membutuhkan konsentrasi tinggi bagi setiap pengendara. Berhenti di area tersebut dianggap mengabaikan risiko kecelakaan besar.
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, memberikan respons keras terhadap kejadian ini.
Menurutnya, langkah Propam memeriksa dua polisi pengawal tersebut sudah sangat benar karena mereka membiarkan pelanggaran keselamatan terjadi di depan mata.
“Sudah tepat, foto-foto tersebut mengganggu lalu lintas dan keselamatan lalu lintas. Ini salah nih yang mengawal ya, untuk tidak berhenti di kawasan yang bisa menghambat pergerakan kendaraan dan menimbulkan potensi bahaya,” kata Sugeng saat dihubungi Suara.com, Senin (13/4/2026).
Desak Atasan Juga Ikut Bertanggung Jawab
Tak hanya berhenti pada petugas di lapangan, Sugeng menegaskan bahwa sanksi disiplin harus ditarik lebih jauh hingga ke tingkat pembuat kebijakan di internal kepolisian.
Baca Juga: Polisi Beli Bensin Pakai Drum Bikin Publik Suudzon: Ternyata Demi Keselamatan Umum
Ia mendesak agar atasan yang memberikan izin pengawalan tersebut juga turut diperiksa.
“Sudah benar, sudah tepat. Supaya dia dilakukan tindakan disiplin termasuk kepada atasannya ya yang memberi izin,” tegas Sugeng.
Kini publik menanti sejauh mana proses disiplin ini berjalan, di tengah sorotan tajam mengenai penggunaan fasilitas pengawalan polisi bagi pejabat publik yang seringkali dianggap mengganggu kenyamanan pengguna jalan umum lainnya.
Diberitakan sebelumnya, dia personel Satuan Lalu Lintas dari Polres Solok Kota yakni Briptu SAN dan Bripda SA diperiksa oleh Propam, usai aksi kontroversi Arteria Dahlan yang berfoto di tanjakan Sitinjau Lauik.
Keduanya bertugas melakukan patroli dan pengawalan (Patwal) terhadap rombongan Arteria Dahlan saat kejadian berlangsung.
Kasat Lantas Polres Solok Kota, Iptu Tanjung, membenarkan pemeriksaan kedua anggota polantas sedang dilakukan oleh Propam sebagai tindak lanjut atas viralnya video tersebut.
Berita Terkait
-
Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit
-
5 Mobil FWD yang Terbukti Kuat Nanjak di Sitinjau Lauik, Penggerak Depan Pantang Nyerah
-
Insiden Mobil Patwal Senggol Warga di Tol Tomang, Kakorlantas: Sudah Ditangani!
-
Polisi Beli Bensin Pakai Drum Bikin Publik Suudzon: Ternyata Demi Keselamatan Umum
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari
-
Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!
-
1,5 Tahun Menjabat, Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama
-
Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama
-
Respons Modus 'Surat Mundur', Wagub Jatim Minta Inspektorat Dalami Kasus OTT Bupati Tulungagung
-
Kuota Program Magang Diperbesar Pemerintah, Peluang Karier atau Sekadar Tenaga Kerja Murah?
-
Gelap Mata Demi 'Deposit' Judol: Pria di Makassar Bacok Istri dan Leher Sepupu hingga Tewas!
-
Ancaman Serangan Israel ke Iran Kembali Mencuat Usai Perundingan Damai Gagal Total
-
Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan
-
Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek