Suara.com - Sosok Presiden Republik Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur semasa hidup masih meninggalkan banyak cerita. Salah satu kisah yang dikenang adalah momen Gus Dur "digoda" setiap berziarah.
Cerita ini dibagikan oleh akun Twitter @SejarahUlama. Akun ini mengungkap salah satu momen lucu Gus Dur semasa hidup setiap berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqoyyah, Guluk Guluk, Sumenep, Madura.
"Utas yang lucu. Cerita Gus Dur 'digodain' ketika ziarah. Baru belakangan ini saya tahu kalau Gus Dur sudah beberapa kali berkunjung ke Ponpes Annuqoyyah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura," tulis akun ini seperti dikutip Suara.com, Jumat (26/11/2021).
Gus Dur pertama melakukan kunjungan ke Ponpes Annuqoyyah pada tahun 2000 silam. Kala itu, ia berkunjung ke Guluk Guluk saat masih menjabat sebagai presiden RI.
"Awalnya, saya kira beliau itu hanya datang satu kali saja, yakni pada tahun 2000, tepatnya di saat beliau masih menjabat presiden RI, tapi ternyata tidak."
Tak disangka, kunjungan Gus Dur ke Ponpes Annuqoyyah terus berlanjut setelah menjabat sebagai presiden. Ia biasa berkunjung ke kediaman Kiai Abdul Basith, ayah dari Kiai Zamiel.
"Yang paling banyak tahu perihal ini tentu saja Kiai Zamiel , karena setiap ke Guluk Guluk, Gus Dur biasanya langsung ‘jujug’ (menuju) ke ndalem Kiai Abdul Basith, ayah Kiai Zamiel."
Setiap berkunjung ke rumah Kiai Abdul Basith, Gus Dur selalu minta diantarkan ziarah sebagai bentuk hormatnya. Ia selalu berziarah di komplek pemakaman pendiri Ponpes Annuqayah, Kiai Muhammad Asy-Syarqawi.
"Saat pertama datang ke Guluk-Guluk, Gus Dur menjumpai Kiai Abdul Basith AS dan minta diantarkan ke komplek pemakaman pendiri PP Annuqayah, yakni Kiai Muhammad Asy-Syarqawi."
Baca Juga: Kisah Sedih Nenek Keliling Jual Beras, Sempat Dikira Pengemis
Di sinilah momen lucu Gus Dur yang "digoda" terjadi. Kiai Abdul Basith mendampingi Gus Dur ke komplek pemakaman tersebut. Ia kemudian menunjuk sebuah makam yang berada di depan masjid.
"Sebagian orang menganggap cara ini sebagai 'pangapora' alias 'kulo nuwun'. Maka, Kiai Abdul Basith lantas mengajak Gus Dur ke komplek pemakaman tersebut, tidak jauh. Lokasinya berada di bawah rerimbun dua pohon sawo, di depan Masjid Jamik."
Kiai Abdul Basith lantas menyebut makam di depan masjid itu merupakan tempat peristirahatan terakhir Kiai Muhammad Asy-Syarqawi.
"'Yang ini, Gus!' kata Kiai Abdul Basith seraya menunjuk ke makam tertentu."
Gus Dur pun langsung mendekati dan duduk di samping makam. Ia bersiap melantunkan doa. Namun, Gus Dur mengurungkan niatnya begitu melihat nama yang tertera dalam nisan itu.
"Maka, Gus Dur pun menghampiri makam yang dimaksud, duduk di sebelah barat nisan sisi utara, menghadap ke timur."
Ternyata, itu bukan merupakan makam Kiai Muhammad Asy-Syarqawi, melainkan seorang perempuan. Gus Dur pun merasa sedang digoda oleh Kiai Abdul Basith, dan menegurnya dengan guyon.
"Eh, selang beberapa detik, Gus Dur bangkit dan menatap Kiai Abdul Basith sambil tersenyum lebar. 'Ayolah, Kiai, Panjenengan itu jangan suka godain saya. Makam ini isinya perempuan."
Mendengar itu, Kiai Abdul Basith hanya tersenyum karena godaannya terbongkar Gus Dur. Ia akhirnya menunjukkan makam Kiai Muhammad Asy-Syarqawi yang sebenarnya.
"Akhirnya, Kiai Abdul Basith pun senyum-senyum, menyadari sudah menggoda Gus Dur namun ketahuan juga. Kiai Abdul Basith pun menunjukkan makam Kiai Muhammad As-Syarqawi yang sebenarnya, sebuah makam bernisan besar, berada bagian barat pemakaman."
Gus Dur pun mengikuti petunjuk sahabatnya itu dan segera pindah ke duduk di samping makam Kiai Muhammad Asy-Syarqawi.
"Serta merta, Gus Dur bangkit dan pindah ke sana. Alfatehah."
Berita Terkait
-
Kisah Sedih Nenek Keliling Jual Beras, Sempat Dikira Pengemis
-
Ribuan Guru di Banjarnegara Ziarah ke Makam Dr Sulistyo, Ternyata Ini Jasanya Semasa Hidup
-
Ada BTS dan aespa, Ini 6 Sosok Visioner Tren Tahun 2021 Menurut CJ ENM
-
Beberkan Kisah Misteri Saat Dampingi Gus Dur, Priyo Ungkap Pramusaji Istana Nyaris Nangis
-
Ditemukan di Cilacap, Misteri Hilangnya Santri di Banjar Terungkap
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa