Larangan perjalanan telah diberlakukan oleh banyak negara terhadap Afrika Selatan, sebagai upaya untuk menghadang penyebaran varian virus corona tersebut.
Pasar-pasar keuangan anjlok pada Jumat dan harga minyak juga jatuh.
Seorang dokter Afrika Selatan, yang merupakan salah satu orang pertama yang mencurigai kemunculan suatu galur berbeda virus corona, mengatakan pada Minggu bahwa gejala-gejala Omicron sejauh ini ringan dan penyembuhannya bisa ditangani di rumah.
Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan Dr. Angelique Coetze, mengatakan kepada Reuters bahwa, tidak seperti Delta, para pasien yang terkena varian Omicron sejauh ini tidak melaporkan kehilangan penciuman atau rasa. Tingkat oksigen pasien-pasien itu juga tidak anjlok.
Israel pada Sabtu malam mengumumkan akan melarang masuk semua warga asing serta akan memberlakukan kembali teknologi pelacakan telepon untuk kontraterorisme guna menghindarkan penyebaran Omicron.
Perdana Menteri Israel Naftali Bennet mengatakan larangan itu, yang saat ini sedang menunggu persetujuan dari pemerintah, akan berlaku selama 14 hari.
Para pejabat Israel berharap selama masa tersebut sudah akan ada informasi lebih lanjut soal seefektif apa vaksin bisa menangkal Omicron.
Pakar utama Amerika Serikat soal penyakit menular, Dr. Anthony Fauci, pada Minggu mengatakan kepada Presiden Joe Biden bahwa akan diperlukan waktu selama dua pekan untuk mendapatkan informasi pasti soal penularan dan karakteristik Omicron, kata Gedung Putih dalam pernyataan.
Kantor presiden AS itu juga menyebutkan bahwa Fauci meyakini bahwa vaksin-vaksin yang ada saat ini "kemungkinan bisa melindungi kasus-kasus parah COVID".
Baca Juga: Wanti-wanti Pemerintah soal Varian Baru Omicron, Cak Imin: Jangan Anggap Enteng!
Biden pada Senin akan menyampaikan perkembangan terkini soal varian baru tersebut beserta langkah penanganan yang akan ditempuh AS, kata Gedung Putih.
Di Inggris, pemerintah telah mengumumkan sejumlah langkah, termasuk aturan pengujian yang ketat bagi orang-orang yang tiba di negara tersebut. Pemerintah juga mewajibkan penggunaan masker di beberapa jenis lokasi.
Makin banyak negara, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, yang pada Minggu mengumumkan pemberlakuan larangan perjalanan pada negara-negara Afrika.
Afrika Selatan mengecam larangan tersebut dengan menyebutnya tidak adil dan kemungkinan bisa merusak ekonominya.
Afsel mengatakan merasa dihukum justru saat menunjukkan kemampuan keilmuannya dalam mengidentifikasi varian-varian virus corona lebih dini.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Minggu, mengatakan pemerintahnya sedang mempertimbangkan untuk menerapkan kewajiban vaksinasi COVID-19 pada warga di tempat-tempat dan dengan kegiatan tertentu.
Ramaphosa mengecam negara-negara Barat yang kaya atas larangan perjalanan yang mereka terapkan.
"Larangan perjalanan itu tidak berdasarkan prinsip keilmuan, juga tidak akan efektif dalam menghindarkan penyebaran varian ini," katanya.
"Satu-satunya adalah hanya akan semakin merusak ekonomi negara-negara yang terdampak dan mengecilkan kemampuan mereka untuk menangani pandemi." (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Wanti-wanti Pemerintah soal Varian Baru Omicron, Cak Imin: Jangan Anggap Enteng!
-
Kedatangan Wisman Diperketat, Gubernur Bali Wayan Koster Minta Masyarakat Sabar
-
Omicron Menyebar ke Banyak Negara, Pintu Masuk Indonesia Diperketat
-
Heboh Varian Omicron, Luhut Tegaskan Indonesia Tak Akan Lockdown
-
Varian Delta vs Omicron, Mana Lebih Menular dan Mematikan?
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif