Tapi pada perkembangannya, panitia tetap akan menyelenggarakan acara di Jakarta Pusat, tepatnya di kawasan Patung Kuda.
Dalam maklumat yang disampaikan PA 212, disebutkan "aksi super damai untuk menyampaikan pendapat yang dilindungi UU Nomor 9 Tahun 1998 dengan tema : bela ulama, bela MUI dan ganyang koruptor. Kegiatan akan berlangsung di kawasan Patung Kuda Jakarta, jam 08.00 - 11.00 WIB. Semua peserta wajib menerapkan protokol kesehatan."
Disebutkan pula, kegiatan reuni di aula Masjid Az Zikra akan diisi dengan silaturahmi dan dialog 100 tokoh dengan tema: bersama mencari solusi untuk keselamatan NKRI.
Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria kecewa dengan perubahan sikap Persaudaraan Alumni 212.
Jika acara tetap akan diselenggarakan di Patung Kuda, Riza yakin bakal mengganggu ketertiban umum. Dia khawatir terjadi penyebaran virus corona karena sekarang masih pandemi.
Mengenai undangan datang ke acara reuni, kata Riza, sampai sekarang Gubernur Anies Baswedan belum mendapatkan surat undangan menghadiri acara reuni alumni 212.
Menanggapi keputusan polisi tidak mengeluarkan izin penyelenggaraan reuni, Ketua PA 212 Slamet Maarif mengatakan aksi itu merupakan aksi super damai dan dilindungi oleh UU.
Pengacara Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar, beberapa waktu yang lalu juga telah menegaskan tidak ada peraturan bahwa unjuk rasa dan penyampaian pendapat harus izin kepada polisi.
“Tidak ada nomenklatur izin dalam penyampaian aspirasi,” kata Aziz kepada Suara.com, Selasa (30/11/2021).
Baca Juga: Kemarin, Heboh Video Syur Hello Kitty, Az Zikra Tolak Reuni 212 Sampai Google Search Down
Dia menyebutkan unjuk rasa harus izin kepada kepolisian bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945.
“Nomenklatur izin dalam penyampaian pendapat di muka umum bertentangan dengan UUD 1945 pasal 5 ayat 1, pasal 20 ayat 1 dan 28,” kata Aziz.
Aziz menegaskan tanpa izin dari kepolisian, reuni 212 tetap dapat diselenggarakan.
Slamet menilai pihak berwajib membeda-bedakan penanganan aksi massa. Dia membandingkan perlakuan polisi terhadap rencana aksi reuni 212 dan demonstrasi buruh serta mahasiswa yang dibiarkan saja.
"Besok itu aksi super damai yang dilindungi UU sebagaimana elemen dan masyarakat lainpun melakukan unjuk rasa, seharusnya dan saya sangat berharap pihak keamanan menjalankan kewajibannya untuk mengamankan jalannya unjuk rasa bukan sebaliknya Menakut-nakuti dan mengancam rakyat," kata Slamet kepada wartawan, Rabu (1/12/2021).
Slamet mempertanyakan mengapa unjuk rasa buruh dan mahasiswa yang berlangsung di Jakarta tidak dilarang, sementara sikap terhadap rencana kegiatan PA 212 dilarang.
"Bukannya sudah banyak eleman yang demo di Patung Kuda, baik mahasiswa ataupun buruh? Bahkan hari ini (kemarin) AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) yang menuntut Merdeka dibiarkan aksi, padahal tuntutannya sangat mengancam keutuhan negara," kata Slamet.
Atas perbedaan sikap yang ditunjukkan pihak berwajib, Slamet berharap Komisi III DPR bersikap.
"Tapi giliran umat Islam alumni 212 diperlakukan sangat berbeda? Komisi III DPR harus bersuara ini. Ada warga negara yang diperlakukan tidak adil," kata dia.
"Kepada masyarakat saya harap, untuk juga tidak terpancing atau mengikuti kegiatan ini. Karena ini tidak mendapat izin dari pemerintah atau kepolisian. Jadi masyarakat agar mengetahui sikap dari pada Polda Metro Jaya atau pemerintah daerah," kata Zulpan.
Untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas akibat aksi, Polda Metro Jaya sudah menyiapkan rekayasa arus kendaraan di sekitar Patung Kuda dan Monas.
Rekayasa arus lalu lintas akan mulai berlaku pukul 00.00 WIB sampai 21.00 WIB.
Pada pukul 00.00 WIB, kawasan Patung Kuda dan Tugu Monas sudah tidak dapat dilalui kendaraan, kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo.
Sambodo menyebut titik-titik penyekatan.
"Pertama dari simpang Kebon Sirih, Thamrin, sudah kami tutup. Kemudian dari Budi Kemuliaan, Jalan Museum Abdul Muis, Harmoni, Gedung Veteran 3, Gambir yang menuju ke Istana kami sering menyebutnya Ambon 9, serta dari Kedutaan Besar Amerika Serikat semua kawasan ini menajdi kawasan terbatas dan tidak boleh dimasuki oleh kendaraan apapun ya," kata Sambodo.
Selanjutnya kawsan Semanggi, Tugu Tani, hingga sepanjang Jalan Sudirman akan dilakukan filterisasi.
"Masyarakat masih bisa melintas, tetapi untuk para massa yang akan menghadiri perayaan 212 tidak boleh melintas khusus untuk kawasan ini, tidak boleh dilewati kendaraan apapun termasuk orang-orang apalagi," kata Sambodo.
Selain itu, filterisasi juga akan dilakukan di jalan menuju Jakarta, di antaranya Kalimalang, Pasar Jumat, Lenteng Agung, kawasan Panasonic di Jalan Raya Bogor.
"Termasuk dari arah Tangerang, Batuceper, Daan Mogot, semua titik masuk Jakarta itu akan ada pasukan," ujar Sambodo.
Kepada panitia dan peserta reuni, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengimbau "hemat saya, mari saling menahan diri, jangan bikin gaduh keadaan, masyarakat sedang susah."
Mereka juga diminta bersabar hingga ada aturan yang mengizinkan penyelenggaraan kegiatan massa.
"Kita patuhi hukum dan aturan yang dibikin pemerintah. Pemerintah juga sedang kesulitan menggerakkan roda dan pertumbuhan ekonomi," tuturnya.
"Toh, kalau situasi gaduh tidak stabil, masyarakat juga yang terkena dampaknya." [rangkuman laporan Suara.com]
Tag
Berita Terkait
-
Ketemu Idola, Istri Alvin Faiz Pamer Tas Mewah Dior Seharga 244 Kali SPP Pesantren Az-Zikra
-
Alvin Faiz Cuma Tersenyum Ditanya Soal Ibunya Bawa Kabur Duit Yayasan Az-Zikra Sampai Rp 69 Milyar
-
Alvin Faiz Jawab Tudingan Jual Tanah Wakaf, Ajak Selesaikan dengan Kepala Dingin
-
Mundur dari Az-Zikra, Alvin Faiz Belum Siap Hadapi Banyak Masalah: Mending Fokus ke Anak dan Istri
-
Ini Alasan Ko Hanny Curiga Ada Penggelapan Uang Donatur di Yayasan Az-Zikra
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI