Sebelum memutuskan untuk mengakhiri hidup, Novia diketahui sempat menulis ucapan perpisahan yang ia buat pada tanggal 5 Oktober 2021. Novia menuliskan ucapan permintaan maaf jika ada kesalahan dan mendoakan semoga orang-orang disekitarnya dikelilingi kebahagiaan.
6. Pacarnya Seorang Polisi
Diketahui juga, pacar yang menghamili Novia merupakan seorang polisi bernama Rendy Bagus Hari Sasongko yang berpangkat Bripda. Novia dan Randy berkenalan pada Oktober 2019 saat sedang menonton acara distro baju di Malang. Kemudian, keduanya saling bertukar bertukar nomor ponsel dan akhirnya menjalin hubungan (berpacaran).
7. Pernah Aborsi Dua Kali
Fakta lain menyebutkan, mengutip dari yang disampaikan Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo selaku Wakapolda Jatim dalam konferensi pers, beliau menyebutkan bahwa Novia pernah melakukan aborsi 2 kali atas suruhan pacarnya. Tindakan aborsi tersebut terjadi pada Maret 2020 dan Agustus 2021.
8. Ditangkap Polisi
Bripda Randy sudah ditangkap dan tengah menjalani proses pemeriksaan secara intensif. Atas perbuatannya, Bripda Randy akan dikenai jeratan sesuai Perkap No. 14/2011 Pasal 7 serta Pasal 11 tentang kode etik. Bripda Randy juga akan dikenai jeratan pidana umum Pasal 348 Juncto 55.
Demikian informasi mengenai kumpulan fakta mahasiswi bunuh diri di makam ayah yang tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan.
Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Baca Juga: Paksa Mahasiswi Aborsi, Ancaman Pasal Berlapis dan Hukuman Pecat Menanti Bripda Randy
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
-
Sejarah Sianida: Awalnya Digunakan Dunia Pertambangan Hingga Jadi Alat Genosida
-
Novia Widyasari Calon Guru Yang Bercita-cita Mulia, Ingin Bantu Anak Kurang Mampu
-
Terungkap, Kisah Bripka Randy Pacaran Gadis yang Bunuh Diri di Makam Ayah
-
Polda Jatim Sebut Bripda RB Hamili Novia Widyasari dan Minta Gugurkan Kandungan
-
12 Fakta Kasus Bunuh Diri Novia Widyasari, Diduga Diperkosa sampai Aborsi Dua Kali
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!